Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) mengingatkan peran penting Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di seluruh wilayah dalam menghadapi potensi kebakaran seiring masuknya musim kemarau.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kutim, Sugio, di Sangatta, Jumat, mengatakan cuaca panas yang sedang terjadi dan diperkirakan sampai Oktober tahun ini bisa memicu kebakaran di pemukiman penduduk hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kondisi cuaca yang diperkirakan lebih panas dan kering menyebabkan vegetasi mudah terbakar, sehingga potensi terjadinya karhutla maupun kebakaran permukiman menjadi lebih tinggi," katanya.

Saat ini, lanjutnya, sebagian besar wilayah desa/kelurahan, bahkan sampai Rukun Tetangga (RT) di Kutai Timur sudah memiliki Redkar.

Pihaknya juga telah menyiapkan 11 pos pemadam yang tersebar di sembilan kecamatan, termasuk di Sangatta, Muara Bengkal, Muara Wahau, Kombeng, Sangkulirang, dan Kaliorang.

Meski Redkar sudah banyak, namun ia masih membuka peluang untuk pembentukan Redkar baru, karena nilai hal itu menjadi langkah strategis dalam mempercepat penanganan awal kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau armada pemadam.

Ia menjelaskan Redkar dibentuk oleh desa atau RT, kemudian disahkan melalui surat keputusan kepala desa. Setelah itu dilaporkan ke pihaknya untuk ditindaklanjuti, diantaranya dengan memberikan pelatihan.

"Sedangkan Redkar yang sudah terbentuk akan terus diperkuat melalui pelatihan serta dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah daerah. Untuk pembentukan Redkar ini berasal dari inisiatif masyarakat di tingkat desa atau RT," ujar Sugio.

Mitigasi karhutla menjadi perhatian karena pada awal musim kemarau ini sudah terdeteksi beberapa titik panas, seperti pada Kamis 7 Mei 2026 pukul 01.00 - 17.00 Wita BMKG Stasiun Balikpapan mendeteksi sebanyak 40 titik dengan 13 diantaranya berada di Kabupaten Kutai Timur.

Sebanyak 13 titik tersebut tersebar pada tiga kecamatan yakni Kecamatan Bengalon tujuh titik, Sangatta Utara satu titik, dan Kecamatan Sangkulirang terdeteksi empat titik panas.

 

 



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026