Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meningkatkan kesiapsiagaan, baik personel maupun peralatan pendukung untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam di kabupaten setempat.

"Bencana atau musibah tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi," ujar Wakil Bupati Penajam Paser Utara Abdul Waris Muin di Penajam Paser Utara, Minggu.

"Diperlukan kesiapsiagaan mengantisipasi berbagai kemungkinan, juga kewaspadaan dari masyarakat," tambahnya.

Fenomena El Nino tahun ini berpotensi menyebabkan musim kemarau yang lebih kering dan ekstrem, sehingga harus dipastikan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas instansi untuk penanggulangan potensi bencana alam.

Pemerintah kabupaten memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur, antara lain TNI dan Polri, relawan hingga mitra perusahaan untuk penanganan bencana alam.

Seluruh elemen siap bergerak cepat dan terkoordinasi untuk melindungi masyarakat dari risiko kebakaran lahan maupun krisis air bersih.

Baca juga: Penajam arahkan OPD selalu siaga bencana

Organisasi perangkat daerah memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana juga diinstruksikan selalu siap siaga, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar).

Kemudian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Brigade Pengendali Api dari Bidang Perkebunan Dinas Pertanian.

"Tim pemadam kebakaran, tim pencari dan penyelamatan atau SAR, tim penyelamat, serta peralatan pendukung, disiagakan siap digerakkan sewaktu-waktu selama 24 jam," katanya.

Peningkatan langkah mitigasi dilakukan, seperti patroli di wilayah rawan kebakaran serta penguatan ketahanan air melalui optimalisasi embung dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

"Kesadaran masyarakat juga ditingkatkan untuk menjaga lingkungan, termasuk tidak melakukan pembakaran lahan, semakin meningkat guna mewujudkan daerah yang tangguh menghadapi perubahan iklim," ujarnya.

Baca juga: Kalimantan Timur dekatkan 12.500 paket bantuan ke titik bencana daerah



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026