Samarinda (ANTARA) - Pengelola Dermaga Mahakam Ulu Samarinda, Kalimantan Timur memastikan kelaikan seluruh kapal angkutan sungai guna memberikan jaminan keselamatan bagi masyarakat dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
"Kapal yang berlayar kami pastikan telah dilakukan pengecekan rutin dan juga kelaikan keselamatan, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan sungai," kata Kepala Dermaga Mahakam Ulu Samarinda Fadlin di Samarinda, Minggu.
Ia menjelaskan bahwa pendataan manifes penumpang juga mendapat pengawasan ketat agar muatan kapal tidak melebihi batas yang telah ditentukan oleh otoritas pelayaran.
Menurut Fadlin, setiap kapal sungai memiliki ukuran yang berbeda dengan kapasitas maksimal kapal rata-rata mampu menampung hingga 100 penumpang beserta 80 ton barang.
Pihaknya turut mewajibkan setiap armada menyediakan jaket pelampung sebanyak 125 persen dari total penumpang, sehingga kapal bermuatan 100 orang harus membawa 125 buah pelampung.
Baca juga: 36.660 armada siap layani Lebaran 2026
"Kami telah menyiagakan 23 armada kapal untuk melayani masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri," kata Fadlin.
Puncak lonjakan pemudik yang menggunakan jalur sungai diproyeksikan terjadi pada tujuh hari sebelum (H-7) Lebaran.
Meski arus keberangkatan pemudik belum melonjak tajam saat ini, aktivitas angkutan barang kebutuhan pokok menuju kawasan hulu Sungai Mahakam justru mulai menunjukkan peningkatan.
Peningkatan tersebut didorong oleh tingginya kebutuhan para pedagang daerah yang sengaja menambah stok barang lebih awal guna mencegah kelangkaan pangan di wilayah pedalaman.
Dalam empat hari terakhir, tercatat sebanyak 506 penumpang dan 167 ton logistik telah diberangkatkan menuju kawasan pedalaman menggunakan rata-rata dua armada per hari.
"Kami menjamin volume muatan pada pelayaran tersebut masih berada di dalam batas toleransi standar operasional keselamatan," demikian Fadlin.
Baca juga: Arus mudik Lebaran 2026 padat 16 dan 18 Maret
