Samarinda (ANTARA) - Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur menggencarkan program Gerakan Pangan Murah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat luas menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Gerakan Pangan Murah ini rutin kami lakukan menjelang hari besar keagamaan nasional seperti Idul Fitri agar masyarakat dapat mengakses bahan pokok strategis dengan harga terjangkau," kata Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Rabu.
Menurut dia, upaya stabilisasi harga pangan tersebut sekaligus menjadi ruang bertemu langsung produsen pangan lokal dengan pihak konsumen agar nilai transaksi jual beli tetap terkendali di bawah ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Program ini, lanjut dia, merupakan bentuk implementasi Satuan Tugas Sapu Bersih Pengendalian Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan yang telah dibentuk pada awal bulan Januari 2026 atas amanah Badan Pangan Nasional.
Satgas khusus pengendalian pangan ini beroperasi secara terstruktur di bawah arahan langsung Gubernur Kalimantan Timur sebagai ketua pengarah dan Kepala Dinas Pangan yang bertindak selaku sekretaris pelaksana harian.
Baca juga: Presiden perintahkan jaga harga dan stok sembako hadapi Lebaran
Tim Satgas Sapu Bersih tersebut kini secara aktif terus melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar distributor dan jaringan retail seiring adanya tren kenaikan harga yang lumrah terjadi menjelang Lebaran.
"Kami tidak akan segan menjatuhkan teguran keras hingga sanksi pencabutan izin usaha bagi agen, pengecer, maupun distributor yang terbukti nekat menjual barang melampaui harga acuan produsen," tegas Fahmi.
Berdasarkan hasil pantauan tim pengawas di lapangan terbaru, komoditas cabai segar tercatat mengalami kenaikan harga jual jika dibandingkan dengan berbagai bahan kebutuhan dapur lainnya.
Kenaikan harga pada beberapa komoditas di luar kelolaan pemerintah ini umumnya terjadi secara alamiah karena para kelompok tani berharap mendapatkan sedikit tambahan keuntungan ekonomi pada momen perayaan keagamaan tahunan.
"Namun demikian, ketersediaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan beserta produk minyak goreng dipastikan tetap aman dan terkendali berkat kelancaran pasokan serta pengawasan ketat dari pihak Perum Bulog," papar Fahmi.
Pada hari yang sama dengan pelaksanaan di tingkat provinsi, agenda Gerakan Pangan Murah juga digelar secara serentak oleh enam daerah di Kaltim, yakni Kota Samarinda, Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Timur, Bontang, dan Kutai Barat.
Baca juga: Bantuan beras-minyak goreng mulai disalurkan jelang Lebaran
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026