Penajam Paser Utara (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membantu sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, papan tulis digital interaktif (interactive flat panel/IFP) upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di setiap sekolah.
"Sebagian besar sekolah sudah menerima IFP bantuan Kemendikdasmen," ujar Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor ketika ditanya menyangkut bantuan sarana prasarana pendidikan dari kementerian di Penajam, Senin.
Bantuan papan tulis digital interaktif tersebut, lanjut dia, sebagai bagian awal penerapan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di setiap sekolah.
Kepala daerah telah melihat penggunaan perangkat dalam kegiatan belajar mengajar, dan dipastikan untuk kesiapan sarana, cara penggunaan oleh tenaga pendidik atau guru, serta dukungan sekolah terhadap pembelajaran berbasis digital.
"Dipastikan pemanfaatan perangkat IFP berjalan sesuai fungsi pembelajaran," kata Mudyat Noor.
Data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara, mencatat sebanyak 104 SD negeri dan swasta telah dilengkapi perangkat papan tulis digital interaktif.
"Sebanyak 38 SMP negeri dan swasta sudah tersedia IFP, dan program bantuan direncanakan berlanjut pada 2026," jelas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Singkerru.
Pemanfaatan papan tulis digital interaktif diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mendorong adaptasi sekolah terhadap sistem pembelajaran digital yang terus berkembang.
Dinas Dikpora Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan pendampingan dan pemantauan penggunaan perangkat di sekolah, termasuk pelatihan dasar bagi guru, serta evaluasi pemanfaatan IFP dalam pembelajaran.
Dengan papan tulis digital interaktif, menurut dia, memungkinkan tenaga pendidik menampilkan materi digital, video, dan media interaktif lainnya di kelas.
Peserta didik dapat berinteraksi langsung melalui layar, sehingga pembelajaran dapat berlangsung lebih variatif sesuai kebutuhan mata pelajaran, demikian Andi Singkerru.
