Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat, tetap memprioritaskan program BPJS Kesehatan gratis dan peningkatan fasilitas puskesmas. Hal tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat sistem kesehatan daerah secara inklusif dan berkelanjutan.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengatakan program bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi kelompok pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) telah dilaksanakan. Pada 2025, program ini telah menjangkau 202.753 jiwa dengan alokasi anggaran mencapai Rp92,6 miliar dari APBD.
“Alhamdulillah, jumlah penerima manfaat setiap tahun terus meningkat. Ini menunjukkan bahwa program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya di Balikpapan, Rabu (19/11).
Dia menyebutkan bahwa cakupan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Balikpapan kini telah mencapai 98,5 persen dari total populasi, menjadikan kota ini sebagai salah satu daerah dengan Universal Health Coverage (UHC) tertinggi di Kalimantan Timur.
Di sisi lain, Pemkot juga terus melakukan revitalisasi infrastruktur kesehatan, termasuk rehabilitasi bangunan puskesmas secara bertahap. Puskesmas Gunung Bahagia, misalnya, ditargetkan beroperasi kembali pada 2025 setelah progres pembangunan mencapai 74,36 persen.
"Beberapa puskesmas di Balikpapan juga mulai menerapkan layanan 24 jam, seperti Puskesmas Klandasan, untuk memastikan akses kesehatan tersedia kapan pun dibutuhkan, terutama untuk kasus gawat darurat," kata Rahmad.
Lanjutnya, langkah tersebut merupakan komitmen Pemkot dalam menjaga kualitas layanan publik tanpa pengurangan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan daerah. Dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis kebutuhan nyata, Balikpapan terus bergerak menuju sistem kesehatan yang tangguh dan merata.
:Kami juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga fasilitas kesehatan bersama, termasuk melalui program edukasi pola hidup bersih dan sehat yang digencarkan di tingkat kelurahan dan sekolah. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi fondasi penting dalam membangun kota yang sehat dan berdaya," ujar Rahmad.(Adv)
