Pembangunan rumah sakit ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal keadilan akses. Warga di Balikpapan Timur berhak mendapatkan layanan kesehatan yang setara tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat kota

Balikpapan (ANTARA) - Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan untuk pemerataan layanan kesehatan maka akan dibangun Rumah Sakit di kawasan Balikpapan Timur, guna menjangkau warga di kawasan pesisir dan perbatasan kota.

“Pembangunan rumah sakit ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal keadilan akses. Warga di Balikpapan Timur berhak mendapatkan layanan kesehatan yang setara tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat kota,” kata Bagus, di Balikpapan, Rabu (19/11).

Dia menjelaskan, rencana pembangunan RS Balikpapan Timur mulai digagas pada 2022, saat jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan masih dijabat dr. Andi Sri Juliarty. Saat itu. Dinas Kesehatan bersama Bappeda mulai menyusun kajian kebutuhan fasilitas kesehatan di wilayah timur, menyusul tingginya beban layanan di RSUD Kanujoso Djatiwibowo dan RS Sayang Ibu. Kajian tersebut mencakup analisis demografi, aksesibilitas, dan proyeksi pertumbuhan penduduk.

Menurutnya, lahan seluas 11.756 meter persegi di Jalan Mulawarman, Gang Kacang, Kelurahan Lamaru, ditetapkan sebagai lokasi pembangunan. Rumah sakit dirancang sebagai fasilitas tipe C dengan lima lantai dan kapasitas 150 tempat tidur. Luas bangunan diproyeksikan mencapai 16.779 meter persegi, dengan anggaran Rp200 miliar melalui skema tahun jamak (multiyears).

Bagus menegaskan bahwa pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada 2026, dengan operasional penuh pada 2028. Fasilitas yang direncanakan meliputi layanan IGD, poliklinik, rawat inap, dan unit penunjang medis lainnya. Pemkot juga menyiapkan strategi penambahan tenaga medis secara bertahap, serta menjalin komunikasi dengan institusi pendidikan kedokteran untuk mendukung regenerasi SDM kesehatan.

"Pemkot berharap dengan dibangunnya rumah sakit tersebut dapat memperkuat sistem kesehatan yang tangguh, merata, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Hal ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan publik yang adil dan berkelanjutan," katanya. (Adv)



Pewarta: Novi Abdi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026