Samarinda (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menggandeng tim dokter dari Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan – Bayan Peduli untuk memperluas jangkauan layanan medis ke wilayah terpencil melalui pelayanan kapal rumah sakit terapung.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Senin, menegaskan bahwa kehadiran para dokter spesialis dan tenaga medis ini merupakan wujud nyata kepedulian vital bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau akses rumah sakit rujukan.
Kepala Dinkes Kaltim bersama tim rombongan RS Apung mempertajam bahasan untuk memetakan kebutuhan kesehatan masyarakat di area yang sulit dijangkau jalur darat.
Program pelayanan jemput bola ini dipusatkan selama satu minggu penuh di Desa Manubar Dalam, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur, guna melayani warga yang kerap terkendala jarak geografis.
Berbagai layanan medis krusial disiapkan bagi warga setempat, mencakup pemeriksaan umum, layanan kebidanan dan kandungan, sirkumsisi, hingga tindakan operasi bedah besar maupun kecil secara cuma-cuma.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah dan lembaga sosial ini dinilai menjadi solusi paling efektif dalam meningkatkan standar kesehatan masyarakat di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dialog intensif mengenai tantangan lapangan juga sempat dilakukan antara pihak Dinas Kesehatan dan tim RSA dalam pertemuan tersebut demi memperkuat sinergi penanganan pasien di masa mendatang.
"Misi kemanusiaan ini juga komitmen pemerintah dalam memastikan hak kesehatan yang setara bagi seluruh warga Kalimantan Timur tanpa memandang lokasi tempat tinggal mereka," ujar Jaya.
Kapal rumah sakit terapung tersebut dijadwalkan melanjutkan pelayaran kemanusiaannya menyisir titik-titik pesisir lainnya di Kalimantan Timur setelah merampungkan tugas medis di Kutai Timur.
