Samarinda (ANTARA) - Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) memperkuat kapasitas petugas dalam melakukan identifikasi plasma nutfah untuk memastikan potensi sumber daya genetik lokal, khususnya pada komoditas unggulan seperti kopi dan kakao.
"Plasma nutfah merupakan aset strategis yang menjadi dasar pengembangan varietas unggul di masa depan," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengawasan Benih Perkebunan (PBP) Disbun Kaltim Eka Rini Elvianti di Samarinda, Sabtu.
Sebagai upaya memastikan potensi genetik lokal dan pelestarian sumber daya genetik tanaman perkebunan, katanya, maka dibutuhkan sumber daya andal, sehingga kemudian dua hari lalu pihaknya memperkuat kapasitas petugas, dikemas dalam Pelatihan Eksplorasi, Identifikasi, Penilaian, dan Inventarisasi Plasma Nutfah.
Pelatihan tersebut menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memastikan potensi sumber daya lokal, agar dapat dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi daerah.
Dalam upaya melestarikan plasma nutfah, lanjut ia, bukan merupakan pekerjaan sehari dua hari, seminggu dua minggu, namun merupakan tanggung jawab jangka panjang yang memerlukan sinergi dan komitmen bersama mulai instansi pemerintah dengan pihak terkait.
Sehingga melalui pengetahuan setelah pelatihan yang diimbangi semangat kolaborasi, diyakini Kaltim dapat menjadi percontohan dalam konservasi dan pengembangan plasma nutfah tanaman perkebunan, khususnya kopi dan kakao.
Menurutnya, keanekaragaman genetik tanaman menjadi modal penting dalam perbaikan varietas atau pengembangan varietas unggul baru dengan sifat yang lebih baik, seperti peningkatan produktivitas, ketahanan terhadap perubahan iklim dan serangan hama penyakit.
"Kaltim memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kopi dan kakao, terlebih dua tanaman perkebunan ini bernilai ekonomi tinggi yang berperan penting dalam peningkatan pendapatan petani," katanya.
Ia berharap para peserta pelatihan dapat meningkatkan kemampuan teknis dalam melakukan eksplorasi dan identifikasi plasma nutfah di lapangan, memahami metode penilaian dan dokumentasi karakter tanaman kopi dan kakao sesuai standar ilmiah, serta berkontribusi dalam membangun basis data plasma nutfah lokal.
Rini meyakini bahwa dengan memperkuat kapasitas SDM dan memperkaya data sumber genetik lokal, diharapkan pengembangan varietas unggul dapat berjalan lebih terarah, produktif, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan misi pembangunan perkebunan berkelanjutan Kaltim.
"Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada tataran teoritis, tetapi juga diimplementasikan di lapangan melalui kegiatan eksplorasi dan pendataan plasma nutfah," ujar Rini.
