Paser (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Paser, Sri Nordiyanti, menyoroti kerusakan jalan poros provinsi di jalur dua Kecamatan Batu Kajang serta rusaknya sejumlah jembatan di jalan poros itu yang melintasi Kecamatan Kuaro, Batu Sopang, Muara Samu, dan Muara Komam. Kondisi infrastruktur tersebut telah menjadi keluhan utama masyarakat di daerah tersebut.
"Kerusakan paling utama itu di jalur dua Batu Kajang dan jembatan. Itu masuk jalan negara,” ujar Sri di Tanah Grogot, Rabu (13/8).
Sri menjelaskan, kerusakan pada jalan tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan pengendara, tetapi juga mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada kelancaran jalur transportasi. Namun karena statusnya sebagai jalan negara, perbaikan dan pemeliharaan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Jalan Nasional.
Keluhan ini, kata Sri, sudah berkali-kali ia sampaikan langsung kepada pihak Balai Jalan Nasional. Dari pihak balai menjelaskan bahwa perbaikan sudah masuk dalam rencana anggaran, namun pelaksanaannya tertunda akibat efisiensi anggaran di tingkat pusat.
"Kami sudah beberapa kali menyampaikan keluhan ini. Meski begitu, setiap kali pemerintah pusat meminta masukan, saya tetap mengusulkan perbaikan jalan ini," katanya.
Ia menyebutkan, kerusakan jalan di jalur dua Batu Kajang kerap menjadi sorotan karena jalur tersebut merupakan akses vital penghubung antara wilayah, termasuk jalur logistik dan mobilitas warga. Lubang-lubang di badan jalan, aspal yang mengelupas, hingga kondisi jembatan yang dinilai rawan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat.
Selain membahayakan pengguna jalan, lanjut dia, kondisi tersebut juga menambah biaya perawatan kendaraan dan dapat menghambat distribusi barang, terutama hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi andalan perekonomian di Paser bagian selatan.
Lanjut Sri Nordiyanti , meski perbaikan jalan jalur dua Batu Kajang belum terealisasi, namun beberapa program hasil reses sebelumnya sudah mulai dikerjakan. Di antaranya pelapisan aspal (latasir) di sejumlah gang dan pembangunan jalan usaha tani yang ditujukan untuk mempermudah akses pertanian warga.
"Hasil reses tahun kemarin, saat ini sedang berjalan. Terkait hasil reses terbaru, InsyaAllah untuk tahun depan bisa kita usulkan," ujarnya. (Adv)
