Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, berkomitmen melakukan transformasi ekonomi secara perlahan dari mengandalkan tambang migas dan batu bara ke sumber daya alam (SDA) terbarukan seperti pertanian dan kepariwisataan.
"Komitmen Pemkab Kukar terhadap pembangunan pertanian dalam arti luas dan sector pariwisata sangat besar, bahkan hal ini telah menjadi salah satu program prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar Sunggono di Tenggarong, Senin.
Kebijakan ini merupakan salah satu strategi transformasi ekonomi yang selama ini bergantung pada sumber daya alam tidak terbarukan, diubah ke ekonomi yang terbarukan melalui pembangunan pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kukar, katanya lagi, lebih dari satu dekade terakhir memiliki kedudukan dan posisi strategis di Provinsi Kalimantan Timur, khususnya sebagai lumbung pangan Provinsi Kalimantan Timur, sehingga hal ini menjadi bukti tidak terus mengandalkan sektor migas dan batu bara.
"Sampai saat ini Kabupaten Kukar memberikan kontribusi signifikan terhadap penyediaan pangan bagi Kalimantan Timur baik pangan asal ikan, hortikultura, maupun dari tanaman pangan, termasuk beras," katanya.
Setidaknya hal ini dapat dilihat dari data BPS 2024, yakni luas panen padi di Provinsi Kalimantan Timur tercatat seluas 57.143,29 hektare (ha). Dari luas ini, khusus di Kabupaten Kukar mencapai 26.744,87 ha atau sebesar 46,80 persen dari total 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Sementara produksi padi di Kukar sebanyak 115,10 ribu ton gabah kering giling (GKG) atau memberikan andil 50,71 persen dari keseluruhan produksi GKG di Provinsi Kalimantan Timur.
"Kedudukan dan peran strategis Kabupaten Kukar dalam penyediaan pangan akan lebih besar lagi dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN), karena ke depan sekitar 4-5 juta orang akan pindah ke IKN dan sekitarnya. Ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Kukar penyanggah pangan IKN," kata Sunggono.
Pemkab Kukar, lanjut dia, melalui visi 2025-2030 dengan arah pembangunan 'Terwujudnya Fondasi Pusat Pangan, Pariwisata, Industri Hijau yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan", maka ini merupakan komitmen kuat sebagai transformasi ekonomi dari SDA tak terbarukan menjadi penguatan ekonomi ke SDA terbarukan.
