Sangatta (ANTARA) - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman langsung turun memantau distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji bersubsidi, untuk memastikan ketersediaan jelang Natal dan Tahun Baru 2025.
"InsyaAllah ketersediaan BBM dan gas elpiji 3 kg mencukupi karena jadwal kedatangan dan penyaluran di Kutim berjalan lancar tanpa kendala. semua suplai sudah sesuai dengan jadwal distribusi," ucapnya, di Sangatta, Rabu.
Ia mengatakan pemantauan dilakukan pada dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yakni di Jalan Yos Sudarso ll dan Pasar Induk Sangatta (PIS) di Jalan llham Maulana.
Ardiansyah menegaskan bahwa stok BBM dan gas elpiji 3 kg untuk masyarakat Kutim menjelang Natal dan Tahun Baru 2025 dalam kondisi aman.
Ia mengungkapkan bahwa di Kutim terdapat tujuh agen yang bertanggung jawab atas distribusi gas elpiji 3 kg. Ketersediaan terus terjaga agar kebutuhan masyarakat dapat terus terpenuhi.
Sementara itu, Manajer SPBU Yos Sudarso II, Ismail, mengungkapkan BBM subsidi jenis Pertalite terbilang cukup sulit didapatkan masyarakat Kutim saat ini.
"Hal tersebut dikarenakan bertambahnya jumlah kendaraan di Kutim yang menggunakan BBM subsidi jenis Pertalite," katanya.
"Makanya kami di Pertamina menstabilkan harga BBM jenis Pertamax agar tidak terlalu jauh dengan harga Pertalite," ungkap Ismail.
Ia mengungkapkan sempat ditanya Bupati terkait oknum yang berulang kali mengisi BBM dalam sehari.
Namun, ditegaskan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi, lantaran sistem CCTV terkoneksi dan pembelian yang terdeteksi langsung ke pusat.
"Saya jamin tidak ada oknum yang bolak-balik mengisi BBM. Jadi kalau ada yang mencurigakan, di pusat akan bunyi alarm-nya dan tentu kami yang akan bertanggung jawab dan dimintai keterangan," katanya.