• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News kaltim
Rabu, 11 Maret 2026
Antara News kaltim
Antara News kaltim
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Prabowo mohon doa dari ulama, Quraish Shihab: Kekuasaan bersumber dari Tuhan

      Prabowo mohon doa dari ulama, Quraish Shihab: Kekuasaan bersumber dari Tuhan

      Rabu, 11 Maret 2026 7:10

      Soal status siaga 1, Panglima TNI kaitkan bencana alam

      Soal status siaga 1, Panglima TNI kaitkan bencana alam

      Rabu, 11 Maret 2026 6:24

      Bantuan beras-minyak goreng mulai disalurkan jelang Lebaran

      Bantuan beras-minyak goreng mulai disalurkan jelang Lebaran

      Selasa, 10 Maret 2026 21:16

      Ada jual-beli titik dapur MBG, BGN investigasi

      Ada jual-beli titik dapur MBG, BGN investigasi

      Selasa, 10 Maret 2026 19:43

      Simulator berkuda harga Rp1 miliar, Polri sebut anggaran 2016

      Simulator berkuda harga Rp1 miliar, Polri sebut anggaran 2016

      Selasa, 10 Maret 2026 14:08

  • Seputar Kaltim
      • DPRD Kaltim
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Diskominfo Kaltim
      • Samarinda
      • Balikpapan
      Ketua BK Kaltim siap tindak anggota dewan melanggar etika

      Ketua BK Kaltim siap tindak anggota dewan melanggar etika

      Rabu, 15 Oktober 2025 20:34

      Ketua DPRD Kaltim sambangi pendemo, janji perjuangkan aspirasi

      Ketua DPRD Kaltim sambangi pendemo, janji perjuangkan aspirasi

      Senin, 1 September 2025 19:39

      DPRD Kaltim  dorong pemerintah ciptakan lapangan kerja bagi lulusan baru

      DPRD Kaltim dorong pemerintah ciptakan lapangan kerja bagi lulusan baru

      Minggu, 17 Agustus 2025 12:58

      DPRD Kaltim usulkan pengadaan  Helikopter untuk distribusi logistik

      DPRD Kaltim usulkan pengadaan Helikopter untuk distribusi logistik

      Kamis, 7 Agustus 2025 6:41

      Penajam terus pantau bahan pangan agar harga stabll

      Penajam terus pantau bahan pangan agar harga stabll

      Selasa, 10 Maret 2026 14:43

      DPRD Penajam nilai jalan Sotek-Bongan selaras IKN

      DPRD Penajam nilai jalan Sotek-Bongan selaras IKN

      Selasa, 10 Maret 2026 12:46

      Petani Penajam diminta terus kelola lahan pertanian

      Petani Penajam diminta terus kelola lahan pertanian

      Selasa, 10 Maret 2026 3:22

      Bupati PPU: Gunakan Dana Desa untuk gerakan perekonomian masyarakat

      Bupati PPU: Gunakan Dana Desa untuk gerakan perekonomian masyarakat

      Senin, 9 Maret 2026 16:02

      Gubernur Kaltim minta Baznas bangun rumah korban kebakaran di Paser

      Gubernur Kaltim minta Baznas bangun rumah korban kebakaran di Paser

      Kamis, 5 Maret 2026 10:52

      Pemprov Kaltim-PalmCo entaskan tengkes di Paser

      Pemprov Kaltim-PalmCo entaskan tengkes di Paser

      Minggu, 1 Maret 2026 14:03

      Dinsos Kaltim buat dapur umum di Paser pascakebakaran hebat

      Dinsos Kaltim buat dapur umum di Paser pascakebakaran hebat

      Sabtu, 28 Februari 2026 3:02

      Dinkes Paser dan Tanoto kolaborasi stimulasi otak sejak usia dini

      Dinkes Paser dan Tanoto kolaborasi stimulasi otak sejak usia dini

      Senin, 26 Januari 2026 13:50

      Program Perhutanan Sosial di Kaltim tembus 360 ribu hektare

      Program Perhutanan Sosial di Kaltim tembus 360 ribu hektare

      Rabu, 11 Maret 2026 4:39

      Dinkes Kaltim jamin layanan kesehatan gratis selama Lebaran

      Dinkes Kaltim jamin layanan kesehatan gratis selama Lebaran

      Rabu, 11 Maret 2026 4:01

      Dinkes Kaltim siagakan 188 puskesmas untuk pelayanan Lebaran

      Dinkes Kaltim siagakan 188 puskesmas untuk pelayanan Lebaran

      Selasa, 10 Maret 2026 15:08

      Kaltim perkuat perlindungan perempuan dan anak di sekolah

      Kaltim perkuat perlindungan perempuan dan anak di sekolah

      Senin, 9 Maret 2026 16:12

      Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi DBON Kalimantan Timur

      Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi DBON Kalimantan Timur

      Rabu, 11 Maret 2026 2:12

      Polisi Samarinda bekuk pencuri baterai menara telekomunikasi

      Polisi Samarinda bekuk pencuri baterai menara telekomunikasi

      Selasa, 10 Maret 2026 18:12

      Polresta Samarinda bongkar sindikat pencurian kabel negara

      Polresta Samarinda bongkar sindikat pencurian kabel negara

      Senin, 9 Maret 2026 18:17

      Polresta Samarinda tanam jagung kuartal I 2026

      Polresta Samarinda tanam jagung kuartal I 2026

      Minggu, 8 Maret 2026 23:42

      18 kapal feri Balikpapan-PPU siap hadapi puncak mudik

      18 kapal feri Balikpapan-PPU siap hadapi puncak mudik

      Selasa, 10 Maret 2026 16:19

      Bandara Sepinggan antisipasi lonjakan penumpang Lebaran 2026

      Bandara Sepinggan antisipasi lonjakan penumpang Lebaran 2026

      Sabtu, 28 Februari 2026 0:12

      Polda Kaltim ungkap 163 kasus narkotika, Januari-Februari 2026

      Polda Kaltim ungkap 163 kasus narkotika, Januari-Februari 2026

      Kamis, 26 Februari 2026 16:07

      Perbankan Balikpapan salurkan kredit Rp41,68 triliun sepanjang 2025

      Perbankan Balikpapan salurkan kredit Rp41,68 triliun sepanjang 2025

      Sabtu, 21 Februari 2026 5:56

  • Ekonomi dan Pariwisata
    • Presiden perintahkan jaga harga dan stok sembako hadapi Lebaran

      Presiden perintahkan jaga harga dan stok sembako hadapi Lebaran

      Rabu, 11 Maret 2026 8:42

      Astra Agro komitmen keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat di Kaltim

      Astra Agro komitmen keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat di Kaltim

      Rabu, 11 Maret 2026 5:42

      Rupiah Rp16.886/dolar AS, ruang penguatan dinilai masih sempit

      Rupiah Rp16.886/dolar AS, ruang penguatan dinilai masih sempit

      Selasa, 10 Maret 2026 10:45

      Rusia tingkatkan pasokan minyak dan gas ke mitra

      Rusia tingkatkan pasokan minyak dan gas ke mitra

      Selasa, 10 Maret 2026 8:48

      Perusahaan mineral nasional jadi prioritas hadapi ekonomi global

      Perusahaan mineral nasional jadi prioritas hadapi ekonomi global

      Selasa, 10 Maret 2026 8:13

  • Olahraga
    • PSG tidak minat balas dendam kepada Chelsea

      PSG tidak minat balas dendam kepada Chelsea

      Rabu, 11 Maret 2026 8:04

      Piala Dunia tetap berjalan walau Timur Tengah memanas

      Piala Dunia tetap berjalan walau Timur Tengah memanas

      Selasa, 10 Maret 2026 20:53

      Thom Haye tidak masuk "Garuda Calling" pertama

      Thom Haye tidak masuk "Garuda Calling" pertama

      Selasa, 10 Maret 2026 7:47

      Beckham jadikan kemenangan atas Persik modal hadapi Borneo

      Beckham jadikan kemenangan atas Persik modal hadapi Borneo

      Selasa, 10 Maret 2026 5:54

      PBSI evaluasi performa tim Indonesia dalam All England

      PBSI evaluasi performa tim Indonesia dalam All England

      Senin, 9 Maret 2026 19:47

  • Umum
    • Skenario haji disiapkan hadapi konflik Timur Tengah

      Skenario haji disiapkan hadapi konflik Timur Tengah

      Rabu, 11 Maret 2026 7:38

      Iran tolak gencatan senjata karena penyerang harus "ditampar"

      Iran tolak gencatan senjata karena penyerang harus "ditampar"

      Rabu, 11 Maret 2026 5:48

      Masyarakat ajukan uji materi UU APBN terkait MBG

      Masyarakat ajukan uji materi UU APBN terkait MBG

      Selasa, 10 Maret 2026 21:46

      Iran: Tidak ada peluang diplomasi, siap perang jangka panjang

      Iran: Tidak ada peluang diplomasi, siap perang jangka panjang

      Selasa, 10 Maret 2026 19:08

      Viral MBG lele dan tempe marinasi, BGN klarifikasi

      Viral MBG lele dan tempe marinasi, BGN klarifikasi

      Selasa, 10 Maret 2026 17:49

  • IKN
    • Jalan West Residence di IKN sudah 65,85 persen selesai

      Jalan West Residence di IKN sudah 65,85 persen selesai

      Selasa, 10 Maret 2026 18:47

      Nol rupiah mudik lewat jalan tol IKN, tapi tetap pakai kartu

      Nol rupiah mudik lewat jalan tol IKN, tapi tetap pakai kartu

      Selasa, 10 Maret 2026 13:47

      IKN gaungkan pesan ekologi saat peringati Nuzulul Quran

      IKN gaungkan pesan ekologi saat peringati Nuzulul Quran

      Senin, 9 Maret 2026 12:05

      Otorita IKN percepat pembangunan lewat komunikasi warga

      Otorita IKN percepat pembangunan lewat komunikasi warga

      Minggu, 8 Maret 2026 3:47

      Otorita IKN serap aspirasi warga delineasi

      Otorita IKN serap aspirasi warga delineasi

      Sabtu, 7 Maret 2026 11:32

  • Foto
  • Video
    • Bacitra dan Bus IKN buka layanan di Bandara SAMS Sepinggan

      Bacitra dan Bus IKN buka layanan di Bandara SAMS Sepinggan

      Selasa, 10 Maret 2026 14:36

      Kaltim adaptasi tuntutan industri hijau untuk komoditi ekspor

      Kaltim adaptasi tuntutan industri hijau untuk komoditi ekspor

      Jumat, 6 Maret 2026 21:17

      Dua gerbang masuk tol IKN dibuka dan gratis untuk jalur mudik

      Dua gerbang masuk tol IKN dibuka dan gratis untuk jalur mudik

      Kamis, 5 Maret 2026 16:41

      Perbaikan jalan provinsi yang rusak di Kaltim capai 85 persen

      Perbaikan jalan provinsi yang rusak di Kaltim capai 85 persen

      Rabu, 4 Maret 2026 18:25

      Siapkan Kaltim jadi tuan rumah AFF U-17, PSSI pastikan kondisi stadion

      Siapkan Kaltim jadi tuan rumah AFF U-17, PSSI pastikan kondisi stadion

      Selasa, 3 Maret 2026 19:26

Vaksinasi versus agama

Senin, 23 Agustus 2021 6:56 WIB

Vaksinasi  versus agama

Tangkapan layar - Vaksinolog yang juga dokter spesialis penyakit dalam, Dirga Sakti Rambe, dalam Diskusi LKBN ANTARA bertopik "Kupas Tuntas Vaksin COVID-19" yang berlangsung secara virtual dari Jakarta (29/7/2021). (ANTARA)

Denpasar (ANTARA) - "Insyaallah, kondisi saya sekarang masih fit/sehat, tapi saya masih ragu dengan vaksin, antara halal dan haram, dan juga antara aman dan tidaknya, sebab banyak tetangga yang meninggal setelah divaksin," kata seorang teman.


Saat itu, ia bercerita tentang fenomena vaksinasi yang disaksikannya.

Seorang teman yang puluhan tahun tidak bertemu penulis itu mencontohkan di kampungnya, ada tiga tetangga yang meninggal dunia, lalu di kampung istrinya ada tujuh tetangga yang meninggal dunia. Bahkan, di kampung lain didengarnya ada puluhan orang yang meninggal dunia.

Lain halnya dengan teman lain yang sekitar setahunan tidak bertemu karena kondisi darurat COVID-19.

"Kalau saya, saya memang belum vaksin, tapi bukan karena apa-apa, cuma karena takut jarum suntik saja," kata teman yang melakoni profesi "driver online", setelah profesinya sebagai pemandu wisata harus "menganggur" akibat COVID-19.

Namun, penulis juga mempunyai teman yang meninggal dunia setelah vaksinasi selang 4-5 hari. Setelah menjalani vaksinasi siang harinya, pada malam harinya langsung panas dan panasnya tidak turun hingga keesokan harinya terpaksa dibawa ke rumah sakit, namun panasnya tidak turun juga hingga 3-4 hari dan akhirnya meninggal dunia.

Fenomena "kematian" pascavaksinasi itu "diluruskan" oleh seorang vaksinolog yang sekaligus dokter spesialis penyakit dalam, Dirga Sakti Rambe, dalam Diskusi LKBN ANTARA bertopik "Kupas tuntas Vaksin COVID-19" yang berlangsung secara virtual dari Jakarta pada 29 Juli 2021.

"Tidak ada vaksinasi yang menyebabkan kematian, karena fungsi vaksin justru untuk menumbuhkan kekebalan terhadap COVID-19 atau mencegah seseorang terpapar COVID-19. Tidak ada orang yang meninggal karena vaksinasi, karena orang yang meninggal setelah divaksin itu selalu dilaporkan ke Satgas COVID-19 untuk diteliti, ternyata hasil penelitian kasusnya menyimpulkan penyebab kematian umumnya bukan vaksinasi," katanya.

Menjawab pertanyaan dalam diskusi itu, ia menjelaskan penyebab kematian seseorang pascavaksinasi itu bukan disebabkan vaksin, melainkan dia sudah terpapar COVID-19 sebelum divaksinasi, namun tidak terlihat, karena dia mengalami OTG (orang tanpa gejala) dengan masa inkubasi 2-14 hari.

"Jadi, orang itu sudah terpapar COVID-19 duluan, tapi karena OTG, maka gejala COVID-19 itu tidak terlihat, maka dia merasa aman, lalu mengikuti vaksinasi dan setelah beberapa hari meninggal dunia. Ada juga yang meninggal pascavaksinasi karena kormobid penyakit lain, bukan disebabkan COVID-19," katanya.

Menurut dia, vaksinasi itu merupakan "pertahanan" dari paparan virus/penyakit, karena vaksin merupakan zat yang menghasilkan kekebalan terhadap penyakit.

Hal itu mirip protokol kesehatan, seperti masker, jaga jarak dalam kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun yang merupakan "ikhtiar lain" untuk mencegah ("bertahan") dari paparan COVID-19.

"Jadi, cara kerja vaksin itu membentuk kekebalan dalam diri seseorang bila ada penyakit. Vaksinasi itu juga sudah berlangsung puluhan dan bahkan ratusan tahun, seperti vaksin untuk cacar, hepatitis, campak, meningitis, dan sebagainya. Hasilnya, hampir 100 persen atau mayoritas orang aman setelah vaksinasi, hingga ditemukan obat," katanya.

Kaitan kematian dengan vaksinasi bisa dicek pada data Satgas COVID-19 Pemprov Bali pada 23 Mei hingga 4 Agustus 2021 yang mencatat 834 kematian yang meliputi 47 kematian terkait Vaksin Sinovac, 43 kematian terkait Vaksin AstraZeneca, dan 744 kematian tanpa/belum vaksin (Bali Post, 5 Agustus 2021).

Data itu menunjukkan 10,7 persen kematian yang bisa dikaitkan dengan vaksinasi tetapi 89,3 persen kematian justru terjadi karena belum vaksinasi.

Artinya, dampak vaksinasi masih dapat dikendalikan dibandingkan dengan tanpa vaksinasi, apalagi sejak akhir Juni 2021 ada varian baru COVID-19 yang mampu menyebar dengan sangat cepat dan dengan tingkat penularan cukup masif disertai dengan tingkat kematian yang sangat tinggi hingga 5-6 kali lipat dari penularan sebelumnya, apalagi data kematian yang ada itu juga sebagian besar sudah ada varian baru.

Untuk mengatasi keraguan, saat vaksinasi COVID-19 akan didahului dengan "skrining" atau pengujian yang ditandai dengan "wawancara" tertulis atau lisan serta pemeriksaan tensi darah, sehingga jawaban yang jujur dari peserta vaksinasi akan menentukan "pengendalian" dampak/efek vaksinasi itu sendiri. Misalnya, bila tensi darah cukup tinggi, maka solusinya adalah penundaan waktu vaksinasi hingga stabil.

Halal-Haram

Namun, teman yang kebetulan alumnus salah satu pesantren di Jawa Timur itu masih juga mempertanyakan lagi soal vaksin dari sudut pandang hukum Islam, karena ada yang menyatakan haram dan ada juga yang menyatakan halal, sehingga dia memiliki kesan bahwa vaksin adalah "subhat" (di antara halal-haram) yang sebisa mungkin dihindari.

Pertanyaan itu agaknya juga sudah terjawab oleh ulama muda K.H. Ma'ruf Khozin yang merupakan Direktur "Aswaja Centre" PWNU Jatim dan Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim dalam tulisan kolomnya bertajuk "Disuntik Vaksin Babi?" (Radar96.com, 24 Maret 2021).

Dalam kolomnya itu, alumnus Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, Jatim itu, mengaku sempat berpikiran bahwa ketika divaksin dengan suntikan yang dicurigai mengandung babi adalah suntikan vaksin yang diambilkan dari dagingnya, darahnya, kulitnya, atau organ tubuh yang lain.

Ternyata, anggapannya salah total, setelah mendengar pemaparan dari seorang ilmuwan yang saat ini menjadi peneliti virus dan vaksin "Merah Putih", seorang doktor lulusan Jerman dan menjadi dosen di ITB.

"Maha benar Allah dalam Quran Surah An-Nahl ayat 43 yang memerintahkan untuk merujuk kepada ahlinya, bahkan juga perintah klarifikasi (QS Al-Hujurat ayat 6)," katanya.

Dari penjelasan ahlinya itu, ternyata vaksin dari Tripsin Pangkreas Babi adalah dengan cara mengambil dari pangkreas babi atau dari bagian protein di pangkreas itu diambil yang namanya Tripsin, kemudian dihancurkan. Bentuk Tripsin itu kecil dan tak kasat mata, serta dihancurkan.

Dari kaca mata Fikih, sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata (hancur), maka sudah dimaklumi hukumnya yakni pengecualian. Pengecualiannya adalah najis yang tidak terlihat, maka tidak pengaruh (Ianah Ath-Thalibin 1/43).

"Apakah Tripsin ini yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia? Ternyata, bukan. Sekali lagi bukan. Tripsin ini untuk melepaskan inangnya karena menempel di pelat padat. Setelah itu, dalam waktu kurang lima menit, Tripsin harus dibersihkan dari inangnya agar inang ini tidak mati," katanya.

Selanjutnya, inang yang sudah terpisah dari Tripsin itu pun diisi kode genetik atau resep membuat virus. Di dalam inang tersebut tumbuh virus. Jumlahnya juga sedikit, cuma 10 mililiter, atau beberapa tetes dari air gelas mineral yang berisi 240 mililiter itu.

Inilah yang dibuat oleh Oxford, dibeli oleh banyak perusahaan, di antaranya AstraZeneca, lalu dikembangkan dalam penampungan besar seukuran ribuan liter, sehingga penghukuman secara Fikih juga sangat maklum.

Dari Abu Umamah Al-Bahili bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya air tidak najis kecuali bila berubah baunya, rasanya dan warnanya". (HR Ibnu Majah).

Akhirnya, virus dipanen dan dimurnikan dan dicampur dengan air lagi dalam jumlah yang besar dan bahan untuk siap disuntikkan. Semua proses produksi di atas hanya menggunakan unsur nonhewani atau dalam artian tidak ada unsur babi dalam bentuk fisik. Nah, vaksin dengan proses itulah yang siap disuntikkan.

Seperti halnya vaksin Meningitis. Saat anda mau umrah dan haji ke Arab Saudi perlu vaksin Meningitis sebagai syarat.

"Kalau suntik vaksin Meningitis mau, tapi giliran AstraZeneca tiba-tiba tidak mau? Padahal, Arab Saudi juga mengharuskan vaksin virus COVID-19 bila ada yang mau ke Arab Saudi," katanya.

Informasi dari sumber lalu menyebutkan pada 1918 terjadi Flu Spanyol yang mematikan dengan korban meninggal dunia mencapai 5-10 kali lipat daripada COVID-19, namun saat itu belum ada media sosial (medsos), sehingga relatif aman dari kegaduhan yang tidak perlu.

Kata kunci

Penjelasan ahli vaksin (vaksinolog) dan ahli agama (fikih) terkait dengan vaksinasi itu menjadi "kata kunci" bagi mereka yang masih ragu dalam setiap masalah, termasuk vaksin atau vaksinasi.

Ya, "bertanya kepada ahlinya" itu agar tidak terjadi salah informasi atau salah paham. Apalagi kesalahan dalam masalah agama bisa berakibat fatal dan berdampak teologis hingga akhirat.

Namun, ajakan untuk "bertanya kepada ahlinya" yang juga diajarkan Islam itu bukan perkara mudah di era medsos, karena medsos cenderung bukan melakukan kritik, namun cenderung melakukan cacian, apalagi kelemahan orang Indonesia adalah soal SARA, sehingga kritik sering melenceng ke cacian akibat soal SARA itu. Kritik itu terkait kebijakan/keputusan yang merugikan/menguntungkan publik, bukan personal seperti cacian yang tidak ada kaitan dengan publik sama sekali.

Ya, akhir-akhir ini, tantangan vaksinasi bukan sekadar soal teknis, tapi sudah masuk ranah SARA (suku/etnik, agama/teologi, ras/pribumi-nopri, antargolongan/strata) yang cukup marak dan bisa sangat gaduh, seperti vaksin babi (agama), penutupan masjid (agama), China (ras/non-pribumi), Madura (etnik), bisnis/jual beli vaksin (strata/kaya-miskin), dan seterusnya.

Bahkan, ada bumbu "politis" dengan membidik pemerintah sebagai "pihak salah". Akhirnya, "bumbu" politis yang bercampur dengan SARA itu dimainkan lewat medsos hingga mirip orang jatuh cinta atau orang benci (tidak pakai logika!). Bukan berarti kritik itu tidak boleh, namun kritik itu menyangkut kepentingan publik, bukan personal atau kepentingan bukan publik.

Apalagi, selain "bertanya kepada ahlinya", Islam juga mengajarkan pentingnya ikhtiar dan pentingnya bersikap "bicara positif atau diam" ("Barangsiapa percaya kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah berkata baik atau diam" - Hadits Riwayat Bukhari-Muslim).

Tentang pentingnya ikhtiar itu antara lain ada dalam kisah Nabi Musa saat berdialog dengan Tuhan. Nabi Musa bertanya tentang obat sakit gigi, lalu dijawab Allah untuk memanfaatkan rumput sebagai obat dan sembuh. Suatu saat, Nabi Musa sakit gigi lagi dan mengobati sendiri dengan rumput tapi sakitnya tidak sembuh, bahkan lebih parah. Nabi Musa pun bertanya kepada Allah yang dijawab bahwa ikhtiar itu tetap ikhtiar, tapi Allah-lah yang menyembuhkan, bukan rumput. Jadi, vaksin atau obat COVID-19 pun sebatas ikhtiar dan Allah-lah Yang Maha Kuasa dan Maha Menyembuhkan.

Dalam kaitan ikhtiar itu pula, Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk "bicara baik/positif atau diam" dalam menilai sesuatu. Bicara/menilai negatif itu bila benar berarti fitnah dan bila salah berarti gibah/menggunjing/cacian. Fitnah dan gibah itu sama-sama tidak dapat dibenarkan, karena fitnah itu lebih kejam daripada membunuh (al-fitnatu asyaddu minal qatl), sedangkan gibah itu setara dengan memakan bangkai saudara sendiri. Orang dibunuh, selesai ketika selesai pembunuhan. Tapi fitnah akan selalu terus bertebaran, apalagi ada medsos, maka diam itu lebih baik.

Dalam Ngaji Virtual Milenial bertema "Menyikapi Carut Marut Infodemik saat Pandemi" (Fanspage Facebook NU Online Jatim, 30/7/2021), pengasuh Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, K.H. Reza Ahmad Zahid (Gus Reza), mempunyai tiga resep untuk menghindari "jebakan" berita bohong (hoaks), terutama infodemik (hoaks terkait pandemi), yaitu "3-T" yang meliputi tabayyun, tawaqquf dan tajannubudzdzan. Hoaks diera Nabi Adam berisiko keluar dari Surga.

"Pertama, tabayyun (klarifikasi)," kata alumnus al-Ahgaff University Hadramaut Yaman tersebut.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat 6 yang terjemahannya, "Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu".

Kedua, tawaqquf, yakni sikap atau perbuatan untuk menahan diri dan tidak langsung mempercayai kabar yang kita terima. Tidak langsung kemudian digeneralisasi dari berita yang kita temukan.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran Surat Al-Isra’ ayat 36 yang terjemahnya, "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban".

Tawaqquf di sini juga bisa berarti menahan diri dengan bertanya kepada ahlinya. Dalam satu makalahnya, Imam al-Ghazali mengatakan, "lau sakata man laa yadri laqallal khilaf baynal khalqi. (Ketika orang-orang yang tidak tahu atau tidak memiliki ilmu itu diam saja, tidak banyak bicara, dan berkomentar, niscaya pertikaian dan perbedaan pendapat di antara manusia akan terminimalisasi)".

"Karut-marut permasalahan yang kita rasakan saat ini, termasuk faktornya adalah mereka orang-orang yang tidak tahu tentang duduk permasalahan, ikut menge-'share' (membagikan), mereka ikut berkomentar, sehingga mereka menjadi komentator-komentator yang 'zonk' tentang pengetahuan. 'Na’udzubillahi min dzalik'," ujar cucu K.H. Mahrus Aly ini.

Ketiga, tajannubudzdzan (menjauhi asumsi atau prasangka). Tajannubudzdzan di sini juga bisa berarti menahan diri dengan diam atau menjauhi prasangka/negatif.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hujurat ayat 12. "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang".

Pewarta: Edy M Yakub
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

Kementerian Kesehatan membuat laporan rutin keracunan MBG, sebagaimana COVID-19

Kementerian Kesehatan membuat laporan rutin keracunan MBG, sebagaimana COVID-19

3 Oktober 2025 09:57

Dari Telaga Mas ke Karang Rejo, hikmah COVID, madu, dan menjahit

Dari Telaga Mas ke Karang Rejo, hikmah COVID, madu, dan menjahit

12 Juli 2025 13:12

Jamaah haji Balikpapan dipantau 21 hari cegah COVID-19

Jamaah haji Balikpapan dipantau 21 hari cegah COVID-19

17 Juni 2025 14:50

Dinkes Balikpapan awasi jamaah haji cegah penyebaran COVID-19

Dinkes Balikpapan awasi jamaah haji cegah penyebaran COVID-19

16 Juni 2025 15:08

Dinkes Kaltim tegaskan  pentingnya kewaspadaan kasus baru COVID-19

Dinkes Kaltim tegaskan pentingnya kewaspadaan kasus baru COVID-19

14 Juni 2025 04:21

Kondisi satu pasien COVID-19 di RSUD AWS  membaik dan sudah pulang

Kondisi satu pasien COVID-19 di RSUD AWS membaik dan sudah pulang

11 Juni 2025 07:03

Pemkot Balikpapan tingkatkan kewaspadaan COVID-19 varian baru

Pemkot Balikpapan tingkatkan kewaspadaan COVID-19 varian baru

10 Juni 2025 11:40

Dinkes Kutim imbau masyarakat tetap waspada kasus COVID -19 varian baru

Dinkes Kutim imbau masyarakat tetap waspada kasus COVID -19 varian baru

10 Juni 2025 11:17

Terpopuler

Dubes Iran: Selat Hormuz tetap terbuka, Amerika yang ganggu keamanan

Dubes Iran: Selat Hormuz tetap terbuka, Amerika yang ganggu keamanan

Polri kaji polemik penetapan tersangka pemilik restoran Bibi Kelinci

Polri kaji polemik penetapan tersangka pemilik restoran Bibi Kelinci

Israel serang depot bahan bakar Iran, Amerika geram

Israel serang depot bahan bakar Iran, Amerika geram

Nabila pemilik resto Bibi Kelinci minta gelar perkara khusus di Bareskrim

Nabila pemilik resto Bibi Kelinci minta gelar perkara khusus di Bareskrim

Jadwal Super League: Borneo tantang Persebaya, Persib jamu Persik

Jadwal Super League: Borneo tantang Persebaya, Persib jamu Persik

Top News

  • Presiden perintahkan jaga harga dan stok sembako hadapi Lebaran

    Presiden perintahkan jaga harga dan stok sembako hadapi Lebaran

    4 jam lalu

  • PSG tidak minat balas dendam kepada Chelsea

    PSG tidak minat balas dendam kepada Chelsea

    4 jam lalu

  • Skenario haji disiapkan hadapi konflik Timur Tengah

    Skenario haji disiapkan hadapi konflik Timur Tengah

    5 jam lalu

  • Prabowo mohon doa dari ulama, Quraish Shihab: Kekuasaan bersumber dari Tuhan

    Prabowo mohon doa dari ulama, Quraish Shihab: Kekuasaan bersumber dari Tuhan

    5 jam lalu

  • Soal status siaga 1, Panglima TNI kaitkan bencana alam

    Soal status siaga 1, Panglima TNI kaitkan bencana alam

    6 jam lalu

Antara News kaltim
kaltim.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Seputar Kaltim
  • Ekonomi & Pariwisata
  • Olahraga
  • English Version
  • Lintas Daerah
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA
notification icon
Dapatkan Berita Terkini khusus untuk anda dengan mengaktifkan notifikasi Antaranews.com