Samarinda (ANTARA) - Masjid Agung Pelita Samarinda, Kalimantan Timur, menggelar Khitanan Massal pada Kamis, 1 Mei 2025 dengan melakukan khitan sebanyak 132 anak, terutama dari warga sekitar masjid di Kecamatan Samarinda Ilir itu, ditambah beberapa anak dari luar lingkungan masjid seperti dari Kecamatan Palaran dan Samarinda Seberang.
"Peminat khitan massal ini sangat banyak, terbukti dari pendaftaran yang kami buka bulan kemarin, begitu hari pertama pembukaan langsung kuotanya tercukupi, bahkan sampai jumlah pendaftarnya melebihi target," ujar Ketua Umum Pengurus Masjid Agung Pelita, Husinsyah saat pembukaan Khitanan Massal di masjid tersebut, Kamis.
Selain 132 anak yang dikhitan, ada pula 10 anak yang masuk daftar cadangan, yakni disiapkan jika ada anak yang takut saat akan khitan dan lari, maupun jika ada yang tidak hadir.
Namun jika 132 anak tersebut semuanya berhasil dikhitan, maka 10 anak yang masuk cadangan ini akan menjadi prioritas jika ada khitanan massal berikutnya, karena setiap tahun masjid yang berlokasi di Jalan Pelita ini selalu menggelar khitanan massal dengan rata-rata diikuti 150 peserta per tahun.
Ia menjelaskan bahwa biaya khitan massal ini berasal dari dana mandiri yang dikumpulkan dari infak jamaah masjid semenjak Ramadhan tahun ini, ditambah dengan donatur jamaah.
"Saya ucapkan terima kasih kepada panitia yang sejak awal melakukan persiapan mulai dari pengumpulan dana sampai penyelenggaraan kegiatan sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar. Terima kasih pula kepada tim medis yang bisa hadir untuk membantu kami menyukseskan khitanan massal ini," ujar mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur tersebut.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Samarinda Ridwan Tassa, saat menghadiri kegiatan ini menyatakan apresiasi tinggi kepada pengurus masjid setempat, karena tiap tahun membantu masyarakat melalui berbagai bakti sosial, diantaranya dengan menggelar khitan massal ini.
"Fungsi masjid sepatutnya memang tidak hanya sebagai tempat ibadah kepada Allah SWT, tetapi bisa juga menjadi pusat kegiatan sosial. Oleh karena itu saya memberi apresiasi tinggi dan terima kasih kepada Pengurus Masjid Agung Pelita berikut jamaahnya sehingga sunatan massal ini terselenggara," kata Ridwan.
Saat giat khitan massal berlangsung, reaksi anak variatif, ada yang berani dan tidak ada rontaan saat dikhitan, ada yang takut dan harus dipegang bapak ibunya saat dikhitan, ada yang awalnya takut, namun setelah diberi pehaman orang tua dan tim medis, akhirnya berani dan berhasil dikhitan.
Ada pula yang awalnya berani, namun ketika sudah dibaringkan di tempat khitan, ternyata teriak-teriak. Namun ada juga beberapa orang tua yang memberikan ponsel ke anak agar anaknya nonton YouTube atau main game, sehingga saat dikhitan, anak tersebut lebih fokus ke ponsel sehingga tidak merasa takut saat dikhitan.
