Samarinda (ANTARA) - Wakil Bupati Kutai Timur, Kalimantan Timur, Kasmidi Bulang mengharapkan setiap desa di wilayah setempat bisa memaksimalkan kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) dalam mengembangkan inovasi kreatif dan memanfaatkan potensi sumber daya desa.
Menurut Kasmidi melalui BID bisa mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa (DD) dengan memberikan banyak referensi dan inovasi sesuai dengan potensi yang ada.
“Harapannya setiap desa akan mampu menjadi barometer bagi desa- desa lain dalam meningkatkan kesejahteraannya melalui upaya inovasi dan kreatifitas dari seluruh aparat dan masyarakat desa, jangan sampai Program Inovasi Desa yang diluncurkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tidak maksimal,” kata Kasmidi Bulang dihubungi dari Samarinda, Selasa.
Kasmidi mengingatkan kepada seluruh aparat desa untuk mengoptimalkan penggunaan Dana Desa (DD) yang telah digelontorkan pemerintah pusat.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PT KPC yang sudah bersinergi dengan pemerintah dalam peningkatan kapasitas SDM di Kutim.
"Jangan sampai tidak bisa dicairkan, kan sayang anggaran yang sudah ada, tapi tidak bisa diserap dan dimanfaatkan dengan baik. Masyarakat desa yang dirugikan karena perputaran ekonomi terhambat,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Suwandi mengatakan bahwa program inovasi desa adalah langkah awal sebelum penyusunan DD pada 2020.
Dia mengatakan apa yang sudah diprogramkan melalui bursa inovasi desa harus bisa dituangkan dalam penyusunan Dana Desa 2020.
"Sangat disayangkan bila kerja keras dalam menciptakan inovasi desa tidak dituangkan dalam program DD 2020,” ujar Suwandi.
Suwandi juga melaporkan bahwa ada dua inovasi lokal dari Kutim yang dijadikan inovasi di tingkat nasional yakni inovasi dari Desa Tepian Terap Kecamatan Sangkulirang, yakni teknologi pembangkit listrik tenaga mikro hidro bagi masyarakat di Tepian Terap. Kemudian BUMDES yang dikelola oleh Desa Sangatta Utara.
Kegiatan-kegiatan yang akan dipamerkan dalam BID yakni kegiatan-kegiatan yang bernilai inovatif dalam pembangunan desa yang bukan dalam bentuk barang tetapi dalam bentuk ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di desa-desa.