Bontang (ANTARA Kaltim) - Aksi nekat Wiodi A Basel, salah satu karyawan Kaltim Jasa Security, yang memanjat menara telekomunikasi milik Telkom setinggi 150 meter, Selasa, mendapat perhatian dari Wali Kota Bontang Adi Darma.
Wali kota saat tiba di tempat kejadian perkara Jalan Bhayangkara, sekitar pukul 10.00 Wita berusaha untuk membujuk Wiodi untuk turun, tetapi upaya itu sia-sia.
Tindakan Wiodi menjadi tontonan warga hingga arus lalu lintas di Jalan Bhayangkara macet.
"Saya sudah memanggil pihak terkait, bapak sabar dulu. Kalau Pak Wiodi enggak mau turun, yang bapak tenang dulu, jangan nekat," kata Adi Darma dalam pembicaraan dengan Wiodi melalui sambungan telepon.
Wiodi mengancam tidak akan turun dari menara sebelum tiga tuntutan para karyawan PT Kaltim Jasa Security (KJS) dipenuhi.
"Saya tidak akan turun dari menara ini sebelum ada pihak manajemen KJS, PKT (Pupuk Kaltim) dan Dinsosnaker hadir untuk memenuhi tuntutan kami," katanya.
Akhirnya pada sekitar pukul 15.45 Wita, Wiodi Basel mau turun, setelah ada pertemuan yang melibatkan pejabat terkait, yakni wali kota, anggota DPRD Nursalam, Kepala Dinsosnaker Abdu Safa Muha, perwakilan KJS Bolang Subekti, serta perwakilan serikat pekerja Aminullah.
Dari hasil pertemuan, ada beberapa keputusan yakni karyawan KJS berstatus karyawan tetap, mengkaji kekurangan insentif karyawan dengan mengusahakan tambahan anggaran dari PT Pupuk Kaltim.
Selain itu, PT pupuk Kaltim juga akan membantu penambahan anggaran kepada pemegang saham KJS dan tidak ada PHK bagi karyawan KJS yang menyuarakan aspirasi rekan kerjanya, kecuali melakukan tindakan melanggar hukum. (*)
