Samarinda (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menginstruksikan 160 masjid di sepanjang jalur poros utama untuk dibuka 24 jam guna melayani para pemudik Lebaran.
"Instruksi penyediaan tumpangan gratis bagi para musafir di musim mudik dan balik sudah kami edarkan ke seluruh pengurus masjid yang berada jalur poros antar-kota," ujar Kepala Kanwil Kemenag Kaltim Abdul Khaliq di Samarinda, Selasa.
Ia mengatakan pelayanan esensial yang wajib disediakan oleh pengurus masjid untuk para musafir meliputi akses kamar mandi dan fasilitas toilet secara gratis.
"Masjid-masjid tersebut juga harus membuka area pelataran mereka sebagai tempat parkir kendaraan yang aman bagi para pemudik," ungkap dia.
Selain itu pihak pengurus masjid diinstruksikan untuk menyediakan ruang atau area khusus sebagai tempat istirahat yang nyaman bagi pelancong.
"Jika kondisi keuangan kas masjid memungkinkan, mereka juga kami dianjurkan untuk menyiapkan makanan atau minimal minuman seperti air mineral gratis," kata Khaliq.
Tujuan utama dari pelayanan sosial ini, kata dia, untuk memperlancar arus lalu lintas mudik dan membantu kelancaran perjalanan masyarakat umum.
Lebih dari itu, lanjut Khaliq, penyediaan tempat istirahat di rumah ibadah ini menjadi upaya untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan saat berkendara.
Melalui fasilitas ini pemerintah berupaya memastikan seluruh pemudik dapat memulihkan tenaga dan beristirahat dengan baik sebelum melanjutkan kembali perjalanan panjang mereka.
Menurut Khaliq, langkah membiarkan masjid tetap terbuka ini dilakukan agar masyarakat bisa singgah kapan saja untuk beristirahat atau minimal menumpang buang air.
"Keterlibatan aktif pengurus masjid dalam menyambut pemudik ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas sosial umat beragama di Kalimantan Timur," ucap Khaliq.
Saat ditemui salah satu pemudik bernama Jumanto menyatakan bersyukur karena dengan dibukanya masjid 24 jam dia bersama rombongan tak perlu bingung untuk singgah hanya sekadar beristirahat atau menumpang ke toilet.
"Kalau kami senang dengan masjid dibuka seperti ini. Kami juga tak sungkan singgah untuk melepas lelah, sebab setelah ini perjalanan kami masih jauh," ucap pemudik yang melakukan perjalanan dari Samarinda menuju Kutai Timur.
Baca juga: Dishub Kaltim cek kapal Sungai Mahakam dalam mudik Lebaran
