Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengangkat kembali ketenaran kuliner tradisional baik berupa makanan berat, makanan ringan, hingga minuman khas maupun jamu lewat Expo Merah Putih di Kecamatan Sangasanga.
Expo Merah Putih tersebut digelar selama sepekan pada 26 Januari hingga 1 Februari 2026 di Lapangan Merah Putih Sangasanga, dalam rangka peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sangasanga yang ke- 79 tahun.
"Expo ini merupakan kegiatan penting dan strategis, karena selain untuk mengangkat kembali ketenaran kuliner warisan leluhur juga menjadi ajang promosi bagi produk-produk unggulan dari pelaku UMKM Kukar," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar, Sunggono di Tenggarong, Selasa.
Dalam pameran yang diikuti 150 pelaku UMKM dan beberapa instansi ini juga menjadi ajang saling belajar dan berbagi pengalaman diantara pelaku wirausaha maupun pelaku ekonomi kreatif yang menjalani usaha di tiap wilayah.
"Kami mengangkat kembali produk-produk olahan makanan tradisional khas Kukar agar tetap eksis dan bersaing di tengah banyaknya produk kekinian yang menggerus eksistensi produk olahan makanan dan minuman lokal," katanya.
Langkah ini pun menjadi bagian penting dari program pemberdayaan dan pengembangan UMKM di Kukar, sebagai salah satu sektor vital untuk mendukung strategi transformasi perekonomian daerah, khususnya pengembangan ekonomi kreatif.
Ia berharap, ke depan UMKM Kukar memiliki kemampuan kompetisi dan daya saing dengan UMKM dari daerah lain, sehingga dari daya saing tiap produk akan dapat meningkatkan omset dan pendapatan dari pelaku usaha.
Hasil inventarisasi menyatakan bahwa jumlah UMKM di Kukar pada 2025 mencapai 40.431 unit yang tersebar di 20 kecamatan. Mereka bergerak di sektor industri, perdagangan, dan jasa, baik yang bergerak di segmen hulu, tengah (pengolahan), hingga sisi hilir atau pemasaran dan penjualan.
"Penguatan program pemberdayaan dan pengembangan UMKM menjadi salah satu hal penting yang menjadi perhatian Pemkab Kukar, yakni untuk lebih meningkatkan daya saing dan nilai jual komoditas pada sektor usaha non-ekstraktif," ujar Sunggono.
Ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam pengembangan UMKM yang telah dicanangkan, diantaranya melalui Program Inkubasi Bisnis melalui Klinik UMKM di setiap kecamatan.
Termasuk melalui program Kredit Kukar Idaman Terbaik guna memfasilitasi akses permodalan pelaku UMKM dengan bunga 0 persen dengan plafon kredit hingga Rp500 juta, dilakukan melalui kerja sama dengan Bank Kaltimtara.
Baca juga: Dinsos Kaltim: Bantuan sosial produktif didominasi sektor kuliner
