Samarinda (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur (Kaltim) menyebutkan bahwa bantuan sosial yang disalurkan untuk usaha ekonomi produktif (UEP) bagi warga miskin ekstrem didominasi oleh sektor kuliner.
"Program UEP sudah berjalan dan yang murni (anggaran) sudah selesai, tinggal yang di perubahan. Bantuan untuk modal kerja usaha didominasi oleh kuliner," kata Kepala Dinsos Kaltim Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Minggu.
Ia menjelaskan UEP merupakan program pemberdayaan ekonomi yang ditujukan bagi masyarakat miskin. Program ini menjadi prioritas Dinsos Kaltim disamping program nasional seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Andi Ishak menyatakan bahwa istilah lama seperti Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBe) kini telah diganti menjadi satu nama, yaitu Usaha Usaha Ekonomi Produktif.
Bantuan UEP tersebut kini diberikan secara perorangan, baik kepada laki-laki maupun perempuan.
Menurutnya, kebanyakan usaha yang didukung adalah di bidang makan minum, khususnya olahan.
"Usaha ini dipilih karena cepat dilakukan dengan modal dan bahan yang ada, serta bisa dikerjakan di tempat tinggal penerima," tambah Andi Ishak.
Untuk realisasi penyerapan anggaran UEP dari alokasi murni, lanjutnya, saat ini telah mencapai 100 persen dengan sasaran 1.500 keluarga.
Setelah penyerapan tuntas, Dinsos Kaltim fokus melakukan monitoring terhadap para penerima bantuan.
Pihaknya juga menyebutkan bahwa calon penerima UEP dari alokasi tambahan anggaran di APBD Perubahan sudah siap dengan nilai Rp1 miliar.
"Dengan berwirausaha, masyarakat tidak hanya mendapatkan penghasilan, tetapi juga keterampilan dan kepercayaan diri," tambah Andi Ishak.
