Samarinda (ANTARA) - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berfokus mengoptimalkan pemanfaatan data Talent DNA berbasis kecerdasan buatan sebagai langkah untuk memetakan potensi aparatur sipil negara (ASN) secara lebih akurat dan objektif.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Provinsi Kaltim Yuli Fitriyanti di Samarinda, Minggu, menyatakan pihaknya memperkuat koordinasi dengan tim konsultan manajemen talenta guna menindaklanjuti hasil pengambilan data pegawai yang telah rampung.
"Instrumen ini difungsikan secara spesifik untuk memotret potensi unik yang dimiliki oleh setiap pegawai negeri yang seringkali tidak terlihat hanya dari riwayat jabatan formal semata," katanya.
Pemanfaatan data mendalam ini diharapkan Yuli mampu memberikan dukungan substansial bagi pemerintah daerah dalam merancang perencanaan pengembangan karir maupun penempatan pegawai yang lebih presisi.
Yuli pun menekankan hasil analisis kecerdasan buatan ini tidak akan berdiri sendiri sebagai satu-satunya tolak ukur dalam pengambilan keputusan kepegawaian.
"Data profil talenta ini diposisikan sebagai instrumen tambahan atau additional yang fungsinya melengkapi berbagai indikator penilaian konvensional yang selama ini telah diterapkan di lingkungan pemerintahan," paparnya.
Pemerintah Provinsi Kaltim tetap menyandingkan hasil pemetaan digital tersebut dengan data dari assessment center, kualifikasi pendidikan formal, rekam jejak kompetensi, serta hasil penilaian kinerja tahunan pegawai.
Terkait jangkauan penerapannya, Yuli mengatakan metode pemetaan potensi berbasis teknologi ini diberlakukan secara inklusif kepada seluruh ASN tanpa membedakan kelas jabatan ataupun kelompok golongan tertentu.
Dia menjelaskan proses pengolahan data mentah menjadi informasi strategis tersebut dikerjakan sepenuhnya oleh pihak ketiga selaku konsultan ahli dengan memanfaatkan algoritma kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
"Talent DNA dan hasil dari Talent DNA tersebut sebagai penambah bahan pertimbangan untuk pimpinan ketika menempatkan dan mengembangkan PNS," ujarnya.
