Penajam (ANTARA Kaltim) - Uang yang disetor puluhan tenaga honorer di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) antara Rp18 juta sampai Rp50 juta, dipergunakan untuk biaya mengurus pengangkatan tenaga honorer kategori 1 (K1) dan kategori 2 (K2) menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) langsung di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat di Jakarta.
"Selama ini tidak pernah ada ketentuan seperti itu. Namun karena dibantu maka sepantasnya bila memberikan bantuan tiket pesawat (pergi-pulang) PP maupun sewa hotel selama di Jakarta," kata Ketua Kalima Kabupaten PPU, Taufik, di Penajam, Selasa.
Sedangkan ketika dikonfirmasi kembali melalui telepon selular, Selasa (4/6), Iswahyudi (Iwd) yang diduga menerima setoran uang itu meminta wartawan untuk mempertanyakan masalah dugaan penipuan pengangkatan tenaga honorer K1 dan K2 kepada Taufik.
"Saya saja juga memberikan bantuan uang kepada Iswahyudi untuk ongkos mengurus di Jakarta, karena saya ikut mendaftarkan salah satu ponakannya di BKN. Jadi kami keberatan bila ini dikatakan sebagai penipuan," tegas Taufik menanggapi hal tersebut.
Menurutnya, Nomor Induk Pegawai (NIP) sejumlah tenaga honorer K1 dan K2 untuk diangkat menjadi CPNS versi Iswahyudi, akan segera diterbitkan BKN pusat.
Bahkan, nantinya mereka akan terdaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pusat setelah dinyatakan lulus dan mendapatkan Surat Keputuisan (SK) pengangkatan.
"Pada awalnya sejumlah tenaga honorer tidak diakomodir Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk dimasukan dalam daftar K1 dan diajukan kepada BKN Pusat. Karena kami melihat ada jalur di BKN untuk mengajukan tenaga honorer K1 menjadi CPNS. Makanya melalui Iswahyudi kami usulkan itu," kata Taufik.
Pengangkatan CPNS tersebut, lanjutnya, nanti langsung melalui SK BKN Pusat dan tidak perlu Sk Bupati. Meskipun mereka ada honor daerah, akan diangkat menjadi CPNS pusat untuk selanjutnya ditempatkan di PPU, sehingga nantinya setelah NIP mereka keluar akan menerima gaji melalui APBN.
"Program perekrutan tenaga honor daerah untuk diangkat menjadi CPNS melalui SK BKN Pusat sudah ada sejak lama. Tapi banyak orang yang tidak mengetahui itu. Karena kami tahu ada jalur di BKN bisa mengangkat CPNS melalui BKN pusat, maka diajukan mereka itu. Tapi itu semua melalui Iswahyudi," ungkap Taufik.
Sejumlah tenaga honorer Penajam, tambahnya juga sempat dipertemukan dengan Iswahyudi, agar bisa didaftarkan di BKN Pusat. Diperkirakan ada sekitar 13 orang yang sudah mendaftar disetorkan kepada BKN Pusat.
"Karena SK nya disetujui BKN dan gaji juga berasal dari APBN, maka tidak melakukan koordinasi dengan BKD Kabupaten PPU jadi langsung diajukan ke BKN Pusat. Dan Juli nanti NIP akan diterbitkan dan diumumkan secara 'online'," kata Taufik. (*)
