Bontang, Kaltim (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Kalimantan Timur, membentuk tim kemitraan bertajuk Strategi Kemitraan Usaha Besar dan Koperasi Merah Putih untuk Pengembangan UMKM guna Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Kota Bontang (Si Kumbang).
"Tim kemitraan ini bernama Tim Efektif Si Kumbang, untuk menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan berbagai program pendampingan, fasilitasi, serta penguatan kapasitas bagi UMKM di Kota Bontang," ujar Kepala DPMPTSP Bontang Muhammad Aspiannur di Bontang, Kamis.
Terobosan ini menjadikan Bontang sebagai yang pertama di Provinsi Kalimantan Timur, sehingga diharapkan Koperasi Merah Putih di 15 kelurahan bisa berkembang lebih cepat dengan menggandeng kemitraan usaha besar dan pelaku UMKM lokal.
Langkah ini menjadi bentuk konkret dari semangat Bontang Berbenah dan implementasi langsung Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin keenam, yaitu pemberdayaan koperasi dan UMKM sebagai penggerak ekonomi rakyat.
"Kami ingin mengubah pola lama. Selama ini investasi besar masuk, tapi manfaatnya belum sepenuhnya menyentuh rakyat kecil, sehingga kami mempertemukan usaha besar dengan koperasi Merah Putih sebagai penghubung konkret antara industri besar dan UMKM lokal,” ujarnya.
Hal ini dilakukan karena banyak UMKM lokal belum tersambung ke rantai pasok industri besar, sementara koperasi di tingkat kelurahan masih berjuang memperkuat struktur bisnisnya.
Terobosan ini menempatkan Koperasi Merah Putih sebagai simpul penggerak ekonomi di setiap kelurahan. Tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan rakyat, tetapi juga sebagai jembatan bisnis antara usaha besar dan UMKM.
Kemitraan ini, lanjut ia, memungkinkan koperasi menjadi perpanjangan tangan bagi perusahaan besar untuk melakukan pembinaan, pengadaan dan distribusi produk lokal.
Bahkan UMKM yang tergabung akan mendapatkan akses pasar, pendampingan, serta peluang menjadi bagian dari rantai pasok industri besar.
Kemitraan usaha besar dan Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menciptakan banyak efek seperti pemberdayaan masyarakat, meningkatkan produktivitas, memperluas lapangan kerja, dan menumbuhkan kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
"Melalui skema kemitraan yang telah didesain bersama, tentu bisa saling menguntungkan, seperti pelaku UMKM menjadi naik kelas, koperasi menjadi kuat, dan perusahaan besar memperoleh mitra lokal yang tangguh," tutur Aspiannur.
