Kukar, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui instansi terkait menggelar lomba posyandu untuk mengoptimalkan enam standar pelayanan minimal (SPM) sebagai upaya meningkatkan kesehatan anak, ibu, remaja, dan lansia.
"Lomba ini juga untuk memberikan motivasi kepada kader posyandu dalam meningkatkan gizi bagi masyarakat," kata Kabid Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim Roslindawaty di Muara Badak, Kukar, Senin.
Sedangkan enam SPM yang menjadi penilaian dalam ini adalah standar layanan bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan, sosial, serta bidang ketenteraman dan ketertiban umum.
Roslindawati yang merupakan salah seorang Tim Penilai Lomba Posyandu Enam SPM ini, saat melakukan verifikasi lapangan di Posyandu Anggrek, Desa Suka Damai, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan bahwa peran posyandu sangat krusial karena langsung bersentuhan dengan masyarakat desa.
Keberadaan posyandu, lanjut dia, untuk menciptakan pusat layanan yang komprehensif di tingkat kelurahan atau desa, guna memenuhi berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat. Hal ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13/2024 tentang Posyandu.
Verifikasi lapangan dilakukan ke Posyandu Anggrek karena berhasil masuk tiga besar dalam lomba Posyandu SPM Tingkat Provinsi Kaltim, sehingga penilaian langsung ke lokasi dan melihat layanan di lapangan ini untuk menentukan juara 1, 2, maupun juara 3.
Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kukar Andi Deezca Pravidhia Aulia mengapresiasi kinerja pengurus Posyandu Anggrek sehingga bisa masuk tiga besar tingkat Provinsi Kaltim.
Ia melaporkan bahwa jumlah posyandu di Kukar saat ini mencapai 827 yang tersebar di 29 kecamatan dengan jumlah kader sebanyak 8.620 orang, sedangkan jumlah pengurus sebanyak 7.359 orang.
Sementara itu, struktur kelembagaan Posyandu Enam SPM sudah terbentuk di level kecamatan hingga desa maupun kelurahan, menerapkan inovasi yang memperluas layanan tidak hanya kesehatan ibu dan anak, namun juga menyasar remaja dan lanjut usia (lansia).
