Samarinda, Kaltim (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Kalimantan Timur menggelar pelatihan keterampilan pembuatan desain dan kemasan produk bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam upaya meningkatkan daya saing produk menuju pasar yang makin kompetitif.
Pelaksana Tugas Kepala UPTD Pelatihan Koperasi Disperindagkop dan UKM Provinsi Kaltim Ali Wardana di Samarinda, Kaltim, Selasa, menegaskan para pelaku usaha harus mempunyai kreativitas dan inovasi agar produk olahannya, terlihat menarik, sehingga memikat orang untuk membeli.
"Kemasan yang menarik dan berkualitas bukan hanya melindungi produk, tetapi juga menjadi strategi pemasaran yang efektif. Pelaku UMKM harus bisa berinovasi agar produknya lebih bernilai dan tidak kalah bersaing," ujarnya.
Selain pengemasan produk, kata Ali, pihaknya juga melaksanakan kegiatan keterampilan pengolahan mebel kayu dan rotan.
Ia menilai ketrampilan ini sangat diperlukan oleh masyarakat, karena hasil olahan hutan masih menjadi salah satu potensi besar di Kalimantan Timur.
Baca juga: Kaltim Expo 2025 catat nilai transaksi Rp7 miliar
"Kita memiliki banyak perajin kayu dan rotan. Dengan pelatihan ini, mereka diharapkan mampu menghasilkan produk yang inovatif, memiliki daya saing, dan bernilai ekonomi tinggi," kata Ali.
Dua kegiatan ketrampilan ini, lanjut Ali, digelar selama empat hari yakni 9-12 September 2025 di Gedung Serbaguna UPTD Pelatihan Koperasi, Samarinda.
Adapun peserta pelatihan berjumlah 65 orang, terdiri atas 30 peserta pelatihan desain kemasan dan 35 peserta pelatihan mebel kayu serta rotan lanjutan.
Peserta berasal dari Samarinda dan sekitarnya. Mereka mendapatkan materi berupa teori hingga praktik langsung bersama instruktur dari UPTD Pelatihan Koperasi Disperindagkop dan UKM Provinsi Kaltim.
Dalam pelatihan desain kemasan, peserta dilatih membuat kemasan yang fungsional, kreatif, dan menarik untuk meningkatkan daya tarik produk sekaligus omzet penjualan.
Sementara, dalam pelatihan mebel kayu dan rotan, peserta diarahkan untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas, inovatif, dan berdaya saing.
Ali menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Kaltim dalam mendukung pengembangan UMKM yang berkelanjutan.
Baca juga: Komisi II DPRD Paser ingatkan pemda soal pengawasan kredit Paser tuntas
"Kami ingin UMKM Kaltim tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional, bahkan internasional. UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah yang harus kita dorong bersama," tegasnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir pelaku usaha yang lebih kreatif, mandiri, dan adaptif dalam menghadapi tantangan pasar.
Pemerintah Provinsi Kaltim pun optimistis UMKM akan terus berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
