Sangatta (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menggelar pasar murah jelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah,untuk menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok dan penting (Bapokting) serta memangkas jalur distribusi.
"Pasar murah tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat karena kami berikan dengan harga yang murah dengan memangkas jalur distribusi," kata Kepala Disperindag Kutim Nora Ramadhani, di Sangatta, Senin.
Ia mengatakan, meskipun saat ini komoditas Bapokting di pasar tradisional di Kabupaten Kutai Timur terbilang aman, namun pihaknya tetap mengantisipasi kenaikan melalui kegiatan pasar murah.
Langkah antisipasi tersebut katanya melihat pasokan Bapokting di Kutim yang masih di distribusi dari luar daerah seperti Samarinda dan Sulawesi.
Menurutnya, dengan bencana banjir pada beberapa daerah akan berdampak pada peningkatan harga distribusi dari luar kota ke Kutai Timur.
"Biasanya harga distribusi yang mahal. Itu yang kita pangkas untuk membantu masyarakat," ucapnya.
Nora menambahkan kegiatan pasar murah juga merupakan salah satu program dalam pengendalian inflasi daerah. Dengan membantu subsidi ke masyarakat, dapat menekan angka inflasi di Kutai Timur.
Ia menjelaskan, Disperindag Kutim menggelar pasar murah pada tanggal 2 dan 3 Juni 2025 di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Lanjutnya, pasar murah menyediakan berbagai komoditas Bapokting dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Adapun komoditas yang dijual, diantaranya beras gading Rp68.000 per 5 kg, beras premium Rp75.000 per 5 kg, minyak goreng Rp38.000, tepung terigu Rp12.000 per kg, gula pasir Rp18.000 per kg, telur ayam Rp55.000 per kilo, daging Rp99.000 per kg, bawang merah Rp30.000 per kg, bawang putih Rp34.000 per kg.
