Balikpapan (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Kalimantan Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar hingga pusat perbelanjaan di Kota Balikpapan guna memantau ketersediaan, keamanan, dan stabilitas harga pangan jelang Ramadhan.
"Langkah preventif kami menyasar pasar tradisional hingga ritel modern guna memastikan perlindungan maksimal bagi konsumen," kata Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga Disperindagkop UKM Kaltim, Gozali Rahman, di Balikpapan, Kamis.
Gozali menegaskan pengawasan itu merupakan agenda krusial dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional.
“Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan kelayakan produk yang beredar di masyarakat. Menjelang Ramadhan, permintaan bahan pokok biasanya melonjak, sehingga pengawasan harus diperketat untuk menghindari praktik perdagangan yang merugikan,” ujar Gozali.
Menurut Gozali, meskipun terkendala efisiensi anggaran, tim gabungan tetap menyisir lokasi-lokasi vital secara komprehensif. Lokasi sidak meliputi Pasar Sepinggan, Pasar Baru, Hypermart, Toko Susana Klandasan, Maxi Lux, Pentacity, hingga Helmi Grosir.
Saat sidak, petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap beberapa aspek teknis, seperti integritas kemasan agar tidak ada kerusakan fisik pada produk, sertifikasi SNI & label dengan melakukan verifikasi kesesuaian standard nasional dan kelengkapan informasi produk.
Baca juga: Bulog jamin stok pangan Kaltim tersedia untuk Ramadhan
Petugas juga pemeriksaan masa kadaluarsa guna menjamin tidak ada barang tidak layak konsumsi yang masih dipajang di rak penjualan.
“Kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas. Jika ditemukan produk yang melanggar ketentuan, instansi teknis yang berwenang akan segera menindaklanjuti sesuai regulasi yang berlaku,” tambah Gozali.
Kegiatan pengawasan pangan itu juga melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan tingkat provinsi, hingga BPOM Balikpapan dan Satgas Halal (BPJPH).
Keterlibatan Satgas Halal guna memastikan status kehalalan produk pangan untuk umat Islam selama bulan puasa.
Sebagai bentuk akuntabilitas, hasil temuan di lapangan langsung dibahas dalam Rapat Pembahasan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang digelar di Gedung Galeri UMKM Balikpapan pada Jumat (13/2/2026).
Evaluasi itu bertujuan untuk merumuskan langkah tindak lanjut sekaligus memetakan ketersediaan stok pangan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut.
Melalui pengawasan intensif ini, Pemprov Kaltim berharap masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang tanpa rasa khawatir terhadap kualitas maupun ketersediaan bahan pokok di pasar.
Baca juga: Harga rata-rata cabai rawit naik jadi Rp63 ribu/kg jelang Imlek dan Ramadhan
Pewarta: ArumantoEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026