Samarinda (ANTARA) - Klenteng Tien Le Kong di Samarinda, Kalimantan Timur, tengah bersiap menyambut Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili dengan beragam hiasan khas serta pembaharuan sarana dan prasarana.
"Persiapan sudah 90 persen. Pengecatan bangunan klenteng, perbaikan atap yang bocor, pengecatan halaman, dan pemasangan lampion, serta bunga khas Imlek hampir selesai. Tinggal bersih-bersih saja," ujar Rohaniawan Tri Dharma Klenteng Tien Le Kong, Supardi Gunawan, di Samarinda, Senin.
Ia menjelaskan perayaan Imlek tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Tahun ini barongsai akan kembali memeriahkan perayaan Imlek di Samarinda. Tahun lalu atraksi barongsai ditiadakan karena bertepatan dengan momen Pemilihan Umum (Pemilu).
Klenteng Tien Le Kong dihiasi dengan berbagai pernak-pernik khas Imlek, seperti lampion, bunga Sakura, dan hiasan dinding bertuliskan aksara Mandarin. Sesaji berupa kue keranjang, buah-buahan, dan makanan lainnya juga telah disiapkan.
"Umat biasanya membawa kue keranjang dan menyalakan lilin. Lilin yang menyala menandakan harapan agar tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya," jelas Supardi.
Klenteng Tien Le Kong Samarinda, yang berusia 120 tahun, merupakan salah satu destinasi wisata religi di Samarinda. Supardi memperkirakan jumlah pengunjung di bulan Imlek bisa mencapai 5.000 hingga 10.000 orang. Jumlah ini meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
"Puncaknya di Cap Go Meh pada 12 Februari, ada bagi-bagi 1.000 angpao," kata Supardi.
Pengunjung tidak hanya berasal dari Samarinda, tetapi juga dari luar kota. Biasanya, kata dia, mereka yang dari luar kota berkunjung ke keluarga di Samarinda, lalu mampir ke klenteng untuk berdoa.
Supardi menambahkan Klenteng Tien Le Kong terbuka untuk umum. Siapapun boleh berkunjung, tidak hanya umat Konghucu. Yang terpenting bersikap sopan dan menghargai agama lain.
Pada momen perayaan Imlek, terutama pada Cap Go Meh, klenteng ini juga menyediakan berbagai kuliner halal untuk pengunjung. "Pada tanggal 5 sampai 9 Februari, kami menyediakan makanan halal. Jadi tidak perlu khawatir," ujar Supardi.
Tema Imlek tahun ini adalah "Membangun Keharmonisan dan Kedamaian". Supardi menjelaskan pergantian tahun dari tahun Naga Kayu ke tahun Ular Kayu akan terjadi pada Rabu, tepatnya pukul 00.00 malam. Ibadah ritual dilaksanakan pada malam pergantian tahun tersebut.