Sangatta (ANTARA Kaltim) - Sejumlah warga petani salak di Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menuai untung hingga jutaan rupiah setiap bulan.
Kaniah (49 tahun) petani salak di RT 01 Desa Martadinata, Jumat, mengatakan, setiap minggu panen buah salak di kebunnya sendiri. Dapatnya rata-rata 1 - 2 kwintal atau 100 - 200 kilogram dengan harga Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram (Kg).
"Panen empat kali sebulan kami pun dapat hasil sebesar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta seminggu atau Rp6 juta hingga Rp8 juta sebulan," kata Kaniah.
Menurut Kaniah, hasil panennya itu dijual sendiri di depan rumahnya, tetapi ada juga langganan tetap yang membeli seluruh buah salak hasil panennya itu. Alhamdulillah dengan panen rutin buah salak ini kami bisa menuai hasil lumayan.
Bersama suaminya Rahman, Kaniah mengatakan, senang memiliki kebun salak meskipun tidak luas. Itu karena setiap panen tidak perlu mencari pasar karena sudah ada langganan tetap yang membeli berapapun jumlahnya.
Di atas lahan seluas dua hekatre mereka menanam salak ribuan pohon jenis salak pondoh dan salak lokal. Buah salak mereka sudah dipanen sejak satu tahun lalu.
"langganan pembeli salak kami setiap minggu datang jadi kami tidak capek menjual. Kami juga sangat senang dengan hasil Rp6 juta - Rp8 juta sebulan," katanya.
Ia mengatakan, mayoritas warga petani di Martadinata ini memiliki kebun tanaman salak pondo dan salak biasa. Di sini tidak pernah buah salak kosong karena pusatnya dis ini.
Lihat saja warga penjual buah di sini rata-rata menjual buah salak selain buah lain seperti pisang, pepaya, nenas dan buah lokal lainnya.(*)
