Samarinda (ANTARA Kaltim) - Pengprov Persatuan Judo Seluruh Indonesia Kalimantan Timur menjalin kerja sama dengan klub judo dari Singapura untuk memberikan penyegaran terkait teknik dan aturan baru olahraga judo.
Penyegaran itu dilakukan pada judo klinik di GOR Latihan Stadion Sempaja Samarinda, 24-26 September 2013, kata Ketua Panitia Judo Klinik Jan Charles Avi di Samarinda, Rabu.
Ia mengatakan, peserta judo klinik ini merupakan perwakilan dari pengcab judo yang ada di Kaltim terdiri dari atlet dan pelatih judo.
"Ada sekitar enam pengcab yakni Samarinda, Tarakan, Kukar, Paser, PPU dan Bontang yang ikut berpartisipasi, dengan mengirimkan perwakilan atlet dan pelatih sebanyak dua sampai tiga orang,"jelas Charles.
Dikatakan Charles, Pelatih asal Singapura Mr Tang Soon Onn sebagai pemateri Judo Klinik, datang bersama tiga asistennya untuk memberikan pelatihan terkait teknik baru dan juga aturan-aturan yang telah disempurnakan oleh Federasi Judo Internasional yang nantinya digunakan dalam setiap pertandingan resmi.
Menurut Charles aturan dan teknik baru tersebut perlu untuk disosialisasikan secepatnya kepada atlet dan pelatih, mengingat pada pertandingan kedepan aturan dan teknik baru sudah diterapkan.
"Salah satu contoh, saat ini memegang celana lawan tidak diperbolehkan pada aturan baru, bahkan hukumannya bisa terdiskualifikasi,"papar Charles.
Charles menambahkan bahwa selain penyegaran ilmu perwasitan dan teknik baru judo, pada Judo Klinik tersebut juga dilaksanakan sirkuit kejuaraan dengan mempertandingkan atlet dari enam pengcab.
Meski demikian, lanjut Sirkuit tersebut sifatnya hanya sebatas pertandingan persahabatan tanpa adanya pemenang atau tropi juara.
"Istilahnya kami melakukan sparing patner dengan sesama atlet Kaltim, untuk penyegaran ilmu setelah mendapatkan pelatihan terkait teknik dan aturan baru oleh instruktur Singapura tersebut,"jelas Charles.
Di sisi lain, sirkut juga bertujuan untuk meningkatkan kembali performa atlet judo Kaltim yang cukup lama absen mengikuti kejuaran lokal dan nasional. (*)
