"Jamban harus dibuat di darat bukan di sungai. Mengapa demikian? Agar sungai kita terlihat rapi dan tidak merusak pemandangan. Sungai Mahakam akan menjadi jalur wisata cruise sebagai pengembangan obyek wisata di Kaltim," kata Awang Faroek Ishak.
Selain tidak boleh ada jamban di sungai, Gubernur juga meminta agar dapur yang menghadap ke sungai harus diubah menjadi beranda depan, sehingga menambah keindahan pemandangan rumah-rumah warga saat para wisatawan mengarungi Sungai Mahakam dengan menggunakan kapal wisata.
"Memang harus ada pertemuan dengan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mendukung destinasi cruise Sungai Mahakam. Kita ingin Sungai Mahakam akan jadi ikon pariwisata andalan Kaltim," tutur Awang Faroek.
Selain itu, Gubernur juga meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan di sungai termasuk Sungai Karang Mumus Samarinda maupun sungai lainnya, karena selain akan berdampak merusak pemandangan, juga dapat menyebabkan banjir.
"Oleh karena itu, buanglah sampah pada tempatnya. Mari kita ciptakan hidup yang bersih dan sehat di lingkungan masing-masing, termasuk menjaga kebersihan sungai untuk mendukung destinasi cruise Sungai Mahakam," pungkas Awang Faroek. (Humas Prov Kaltim/mar)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.