Penajam Paser Utara (ANTARA) - Hasil panen padi petani Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, naik cukup signifikan pada musim panen pertama 2025 mencapai 6,3 hingga 6,6 ton per hektare dibanding tahun lalu yang hanya 3,4 sampai empat ton per hektare.
"Hasil panen padi di Kecamatan Penajam 6,6 ton per hektare dan di Kecamatan Waru 6,3 ton per hektare pada tahun ini," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Gunawan menjawab pertanyaan menyangkut hasil panen petani, di Penajam, Jumat.
Jika dibandingkan dengan hasil panen padi tahun lalu hanya 3,5 hingga empat ton per hektare, lanjut dia, terjadi peningkatan cukup signifikan yang menggambarkan perkembangan di sektor pertanian.
Peningkatan hasil panen padi petani tersebut dinilai pencapaian yang luar biasa karena hampir dua kali lipat, apalagi lahan persawahan di Kabupaten Penajam Paser Utara masih mengandalkan tadah hujan dan belum memiliki sistem irigasi memadai.
Keberhasilan petani meningkatkan hasil panen padi menjadi indikasi positif terhadap efektivitas pembinaan teknis kepada petani, jelas dia, termasuk dalam penggunaan benih unggul, penanganan hama, dan optimalisasi waktu tanam.
Kendati pada musim tanam tahun ini, petani menghadapi sejumlah tantangan seperti serangan hama tikus, wereng, walang sangit, ulat grayak, hingga hama putih palsu.
"Tapi upaya pengendalian sejak awal tanam dinilai berhasil menjaga hasil panen tetap optimal," katanya.
"Dilakukan penyemprotan pestisida saat pra tanam dan pemantauan rutin di masa tanam, serta bibit unggul juga disalurkan agar ketahanan tanaman lebih kuat," tambahnya.
Pencapaian hasil panen petani Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut tidak hanya melampaui realisasi tahun lalu, tetapi juga melebihi target nasional yang ditetapkan sebesar empat ton per hektare.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara komitmen membantu petani mempertahankan hasil panen padi, bahkan berupaya agar hasil panen petani terus meningkat.
Segala upaya dilakukan antara lain memberikan bantuan peralatan pertanian dan benih unggul padi, pembinaan, serta pembangunan infrastruktur pertanian, kata Gunawan.(Adv)
