Samarinda (ANTARA Kaltim) - Pengunjung taman rekreasi Salma Shofa di Kota Samarinda, rata-rata mencapai 4.000 orang per bulan dengan tingkat kunjungan terbanyak pada hari libur, sedangkan hari biasa rata-rata sekitar 100 pengunjung.
"Pengunjung betah ke taman rekreasi ini karena fasilitasnya cukup banyak, antara lain halaman parkir luas, ada lima kolam renang untuk balita hingga dewasa, ada 21 gazebo, pendopo lima unit, ada pula sepeda air dan rumah balon," kata Pengelola Taman Salma Shofa Abdullah di Samarinda, Kamis.
Tiket masuk menuju taman rekreasi tersebut juga cukup terjangkau, yakni hanya Rp15 ribu per orang, sehingga kalangan ekonomi bawah hingga atas menjadi langganan masuk untuk berenang.
Hanya dengan membayar Rp15 ribu per orang, pengunjung sudah bisa menikmati areal tersebut, termasuk bisa berenang sepuasnya. Tetapi untuk menggunakan gazebo, pengunjung harus membayar Rp100 ribu untuk waktu 1-2 jam.
Sedangkan untuk menikmati sepeda air, pengunjung juga harus membayar lagi, yakni seharga Rp10 ribu per 10 menit. Begitu pula dengan rumah balon, pengujung juga dikenakan Rp10 ribu per 10 menit.
Kebanyakan pengunjung melakukan rekreasi secara berkelompok baik dari kalangan sekolah, lembaga swasta, maupun pemerintahan. Taman tersebut juga sering digunakan untuk lokasi out bond dari berbagai kalangan.
Salah satu pengunjung Salma Shofa, Gheffin dari TK Alam Harapan Bangsa Samarinda, ditanya setelah berenang di taman itu mengatakan, berenang di taman tersebut menyenangkan karena setelah berenang, dia bersama temannya bisa bermain kejar-kejaran karena lokasinya luas.
Saat itu Gheffin datang bersama semua siswa TK Alam Harapan Bangsa. Rombongan TK bersama para gurunya tersebut baru kali ini berekreasi di Salma Shofa, sedangkan Gheffin bersama orang tuanya mengaku sudah ke tujuh kalinya ke taman rekreasi tersebut.
Menurut Abdullah, keberadaan Taman Salma Shofa cukup memberikan andil dalam meramaikan Kelurahan Mugirejo, terutama Dusun Lubuk Sawah karena sebelumnya lokasi itu cukup sepi.
Di sisi lain, keberadaan taman tersebut juga turut membantu membuka lapangan pekerjaan, yakni dari 17 karyawan yang ada, sebagian besar direkrut dari warga setempat. (*)
