Berau, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, Kalimantan Timur, melakukan kampanye cinta lingkungan hingga ke kampung-kampung sebagai wujud kepedulian terhadap alam agar selalu bersih, indah, asri, sehat, bahkan menjadi sumber ekonomi melalui pengelolaan bank sampah.
"Bank sampah bukan hanya berfungsi sebagai tempat pemilihan dan pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai sarana edukasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta upaya menjaga kelestarian lingkungan," kata Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis di Tanjung Redeb, Kamis.
Kampanye yang dilakukan antara lain melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung, dan Tim Penggerak PKK, baik melalui sosialisasi maupun kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hingga pengelolaan bank sampah.
Ia menyebut sampah kini bukan lagi dianggap sebagai beban, tetapi dapat menjadi sumber nilai tambah bagi masyarakat, karena dari barang-barang yang telah dibuang tersebut bisa diolah kembali menjadi bentuk baru yang indah, unik, dan berharga, seperti vas bunga, pot, tas, hiasan, bahkan kostum parade.
Untuk itu Wabup Gamalis mengapresiasi kampung-kampung yang melestarikan alam baik hutan maupun mangrove untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan, seperti di Kampung Biduk-biduk, kemudian keaktifan bank sampah seperti di Kampung Batu-Batu.
Sementara itu saat meresmikan Bank Sampah Puri Sunggu di Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur, pada Senin (15/12), Wabup Gamalis menaruh harapan bank sampah tersebut terus berkembang, sebagai bentuk kepedulian lingkungan sekaligus menambah pendapatan warga.
Dalam peresmian bank sampah di rangkaian HUT ke- 79 Kampung Batu-Batu tersebut ia mendorong para pengelola aktif, sering berinovasi, dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, kecamatan, dan pemerintah daerah.
Ia mengajak generasi muda terlibat aktif dalam mengolah kembali sampah menjadi barang berharga, karena kaum muda biasanya banyak ide cemerlang dalam membentuk sesuatu yang baru dan unik, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Terlebih hal ini berkaitan dengan kepedulian lingkungan.
Menurutnya, peresmian bank sampah tersebut menjadi momentum penting karena sebelumnya Bank Sampah Puri Sunggu di Kampung Batu-Batu telah menorehkan prestasi sebagai Bank Sampah Terbaik III Tingkat Kabupaten Berau Tahun 2025.
Meski hanya terbaik ke-3, namun hal ini tentu menjadi gambaran bahwa masyarakat Batu-Batu konsistensi mengelola sampah dalam beberapa tahun terakhir, sehingga dengan adanya peresmian bank sampah, maka hal ini juga menggambarkan bahwa semangat makin berkobar dan meningkatnya keterlibatan masyarakat.
Ia pun memberi apresiasi tinggi kepada pengelola dan masyarakat kampung setempat yang telah menjadikan bank sampah sebagai gerakan bersama, bukan sekadar program formal, namun merupakan kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan kepada masyarakat.
"Bank sampah ini merupakan contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa tumbuh dari kampung. Penghargaan yang diraih Puri Sunggu membuktikan bahwa dengan komitmen, kebersamaan, dan konsistensi, kampung mampu menjadi pelopor pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi," kata Wabup Gamalis.
