Balikpapan (ANTARA) - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan Sudirman Djajaleksana mengatakan kegiatan trail run yang dilaksanakan untuk perdana di kawasan Kebun Raya Balikpapan (KRB) pada 7 Desember 2025, ternyata peminatnya cukup banyak.
“Tiga minggu jelang hari pelaksanaan 7 Desember 2025, begitu pendaftaran ditutup ternyata masih banyak yang ingin ikut,” kata Sudirman di Balikpapan, Senin.
Ia mengatakan trail run ditargetkan hanya 1000 peserta dan telah tercapai target, maka ditutup dengan sisa waktu tiga minggu sebelum pelaksanaan.
Namun pihaknya masih mempertimbangkan membuka tambahan kuota bagi peserta yang bersedia ikut tanpa mendapat medali di akhir lomba dan hanya mendapat jersey atau kaus kegiatan.
“Ini masih kami bahas bersama komunitas lari yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan,” kata Sudirman.
Ia menjelaskan bahwa persiapan teknis dan lapangan telah mencapai sekitar 75 persen. Sementara itu, kondisi lintasan di kawasan hutan Kebun Raya sudah 85 persen rampung, termasuk pembersihan area kiri dan kanan jalur agar pelari lebih nyaman.
“Kami ingin memberikan pengalaman berlari yang berbeda, bukan sekadar jalur umum atau trek komunitas. Ini pertama kalinya Balikpapan punya event lari di dalam kawasan konservasi,” ujarnya.
Adapun rute yang dirancang sepanjang 10 kilometer, namun untuk tahun perdana ini baru sekitar 3–4 kilometer yang benar-benar siap digunakan. Jalur dibuat campuran, sebagian menggunakan trek semen dan sebagian lagi jalur tanah di dalam hutan.
Dikemukakannya, kegiatan ini digelar dalam rangka ulang tahun Kebun Raya Balikpapan, sekaligus menjadi ajang perkenalan kawasan konservasi kepada masyarakat luas.
Sudirman berharap trail run dapat menjadi agenda tahunan yang digelar bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Balikpapan yang biasa digelar sepanjang bulan Februari.
“Kalau disetujui, tahun depan bisa menjadi bagian dari kalender resmi Kota Balikpapan. Pesertanya tidak hanya dari Balikpapan, tetapi juga dari luar daerah,” tuturnya.
Berlari lintas alam atau trail running merupakan hobi banyak orang di Kota Minyak. Kegiatan ini sudah dimulai setidaknya pertengahan tahun 1970an ketika klub Balikpapan Hash House Harriers (BH3) menggelar lari pertamanya di kawasan Bandara Sepinggan 14 Juli 1975. Bukan kebetulan, pada Juli 2025 lampau BH3 berkumpul dan berlari merayakan ulang tahu mereka ke-50 di Kebun Raya Balikpapan.
“Kami ingin terus bagikan semangat persahabatan dan kegembiraan di dalam badan dan jiwa yang sehat, sambil menikmati keindahan alam,” kata Outhouse, Grand Master (GM) BH3 sampai pertengahan masa pemerintahan Presiden Jokowi yang kedua.
Kebun Raya Balikpapan sendiri adalah bagian dari Hutan Lindung Sungai Wain. Kebun Raya memiliki ribuan koleksi tanaman, termasuk sekitar 2.500 jenis anggrek, yang menjadi daya tarik tidak hanya bagi konservasionis tetapi juga bagi masyarakat umum. Banyak juga terdapat berbagai spesies kantong semar (Nepenthes), tumbuhan karnivora yang unik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat untuk lebih mengenal apa saja yang kita punya di Kebun Raya dan sekaligus menjaga kelestariannya,” kata Sudirman Djajaleksana. (Adv)
