Samarinda (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur menggencarkan program penguatan ketahanan pangan yang terintegrasi dengan sistem pendidikan vokasi, dimulai dari laboratorium agrikultur dengan menanam komoditas lokal bernilai tinggi di lahan sekolah.
Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Disdikbud Kaltim Surasa di Samarinda, Sabtu, mengatakan upaya ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi siswa, sekaligus mengembangkan potensi pertanian daerah.
"Kami ingin roh atau esensi pendidikan itu bukan hanya sekadar memahami konsep, tetapi juga mengenalkan anak-anak bahwa output pendidikan adalah mampu mengatasi persoalan hidup," ujarnya.
Sebagai langkah awal, Disdikbud Kaltim telah memulai uji coba penanaman di SMK Al Jabal Nur, Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara dengan memanfaatkan lahan eks tambang. Komoditas unggulan yang ditanam adalah pisang grecek, varietas asli Kaltim yang telah mendapatkan tiga sertifikat dari Kementerian Pertanian.
"Kami sudah uji coba memberikan bantuan bibit pisang grecek. Ditanam di lahan eks tambang, ternyata tanamannya cukup subur meskipun belum terlihat produktif karena usia tanam belum mencapai satu tahun," jelas Surasa.
Program ini, lanjutnya, selaras dengan konsep pembelajaran mendalam yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, di mana sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga pusat kreasi dan produksi. Siswa dilibatkan secara langsung mulai dari penanganan bibit, proses penanaman, perawatan, hingga masa panen.
Baca juga: Disketapang Kukar awasi pangan segar untuk keamanan konsumen
Melalui pendekatan ini, para pelajar SMK memiliki pengalaman hidup yang konkret mengenai bagaimana mengorganisasi sebuah usaha tanaman pangan dari hulu ke hilir.
Selain pisang grecek, Disdikbud Kaltim juga memberikan bantuan bibit lain yang memiliki nilai ekonomi seperti jeruk purut. Tidak hanya tanaman pangan, program ini juga mencakup penanaman kayu endemik Kalimantan seperti Ulin, Kapur, dan Kemiri Sunan.
"Kemiri Sunan ini unik. Buahnya tidak bisa dikonsumsi langsung, tetapi menjadi bahan baku untuk biodiesel. Potensi ini masih dalam tahap uji coba di lahan yang sama," tambah Surasa.
Ke depan, program dilanjutkan tidak hanya untuk fase penanaman, tetapi juga untuk pengembangan hingga ke tingkat industrialisasi produk-produk yang dihasilkan.
SMK Jabal Nur Samboja dipilih sebagai proyek percontohan karena memiliki keunggulan lahan yang luas dan mendukung untuk praktik skala besar, sebuah kendala yang sering dihadapi oleh SMK lain.
"Harapannya, sekolah ini bisa bekerja sama dan menjadi jaringan percontohan bagi SMK-SMK lain," tuturnya.
Pihaknya berkomitmen untuk menghilangkan sekat antara sekolah negeri dan swasta, memastikan keduanya memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh akses terhadap pendidikan berkualitas, sesuai amanat konstitusi.
Baca juga: Bupati Kutim uji coba pertanian terapung
