Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Kartanegara (Disperindag Kukar), Kalimantan Timur, saat ini masih membina sebanyak 20 Industri Kecil Menengah (IKM) dengan pembinaan eksklusif karena diarahkan untuk orientasi ekspor.
"Saat ini kami membina sekitar 20 pelaku usaha yang sudah berorientasi ekspor. Produk IKM tersebut sebagian besar dipasarkan melalui market place dan media sosial," ujar Plt Kepala Disperidag Kukar Sayyid Fatullah di Tenggarong, Kukar, Kamis.
Sedangkan yang dipasarkan secara luring, katanya, pelaku IKM biasanya menjual di rumah pribadi, kemudian melalui Unikarta Mart dan beberapa toko terkenal seperti Valentine, dan pasar swalayan.
Sejumlah pelaku UKM maupun IKM di Kukar yang telah menembus pasar ekspor antara lain Batik Kutai asal Tenggarong, kemudian kerajinan dari bahan dasar batok kelapa sawit yang diproduksi oleh pelaku ekonomi kreatif dari Kecamatan Kembang Janggut.
Ada pula produk unik yang saat ini sedang digemari, yakni amplang (sejenis kerupuk dengan bentuk bulat dan stik) berbahan utama dari sarang burung walet. Amplang ini diproduksi oleh Nafsiah, pelaku IKM setempat.
"Amplang jenis ini merupakan produk yang pertama kali ada di Indonesia, sehingga memiliki keunggulan baik dari sisi rasa maupun khasiat, termasuk gizi yang tinggi, terlebih bahan bakunya tergolong mahal," kata Sayyid.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada swasta yang peduli terhadap keberadaan IKM, salah satunya yang ditunjukkan oleh Humas PT MHU yang dua hari lalu mengunjungi kantornya untuk menyerahkan bantuan kepada pelaku IKM.
Bantuan tersebut diserahkan kepada IKM Amplang Balet, produsen amplang sarang burung walet, yakni dengan bantuan senilai Rp20 juta, berupa 5.000 lembar kemasan amplang dan uang tunai senilai Rp4 juta untuk pembelian sarang burung walet.
Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Disperindag Kukar oleh Muslim, Humas PT MHU, disaksikan oleh Salmiah, selaku Ketua Perkumpulan Penyelenggara Kuliner Nusantara PPKN Kabupaten Kukar.
Sementara Muslim, atas nama MHU mengaku berkomitmen membantu pelaku usaha kecil, terutama yang memiliki inovasi, kreativitas, keunikan, dan kekhasan tertentu, seperti amplang yang mengandung bahan dari sarang burung walet.
"PT MHU sangat peduli kepada para pelaku usaha IKM Kukar. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa digunakan sebaik-baiknya agar hasil produksinya lebih meningkat," katanya
