Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota Balikpapan mendorong forum pengurus pedagang yang terbentuk di sejumlah pasar rakyat untuk menjadi mitra strategis dalam penataan kawasan pasar, edukasi pedagang kaki lima (PKL), serta peningkatan kesadaran akan retribusi daerah.
“Kami sangat berharap dengan dikukuhkannya pengurus pedagang ini akan memberikan manfaat bukan hanya untuk pedagang, tetapi juga untuk pemerintah,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Haemusri Umar di Balikpapan, Rabu (3/7).
Haemusri menjelaskan, forum pengurus pedagang yang dibentuk secara mandiri oleh pelaku usaha pasar tersebut, ini pembentukan yang ke enam di sejumlah pasar tradisional, diantaranya di Pasar Pandan Sari, Kelandasan, Sepinggan, dan lainnya.
Forum ini diharapkan menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk menyampaikan berbagai program dan kebijakan secara langsung ke para pedagang, dengan memanfaatkan kedekatan emosional dan komunikasi informal antaranggota.
“Ke depan, banyak program-program pemerintah yang harus disosialisasikan. Kami sangat mengharapkan pengurus pedagang ini dapat melaksanakan komunikasi secara efektif kepada seluruh pedagang di pasar se-Kota Balikpapan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa peran pengurus sangat penting untuk meningkatkan kesadaran pedagang dalam memenuhi kewajiban, khususnya pembayaran retribusi daerah secara rutin.
“Kami merasa terbantu dengan hadirnya pengurus pedagang karena mereka adalah tonggak utama sosialisasi. Kami berharap mereka juga bisa mendorong kepatuhan dalam menunaikan kewajiban retribusi,” kata Haemusri.
Hal senada juga disampaikan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud harapannya agar forum komunikasi pedagang menjadi mitra aktif dalam penataan dan pengembangan pasar, khususnya dalam mengakomodasi PKL agar tidak lagi berjualan di luar area resmi.
"Masih banyak PKL tumbuh, mudah-mudahan melalui forum ini, kita bisa bekerjasama dengan pemerintah kota, dalam hal ini Dinas Perdagangan," ujar Wali Kota.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota telah memulai proses revitalisasi sejumlah pasar tradisional untuk menciptakan kawasan yang lebih representatif dan nyaman bagi pembeli maupun pedagang, sekaligus menampung PKL ke dalam area formal.
"Kita mengadakan revitalisasi beberapa pasar yang fungsinya untuk itu juga, supaya pedagang-pedagang di luar itu bisa diakomodir," ucapnya.
Rahmad berharap forum pedagang dapat menjadi ruang dialog antara pelaku usaha pasar dan pemerintah, serta memberi kontribusi ide dalam pengembangan fasilitas pasar.
"Mungkin ada ide-ide dan masukan yang tujuannya satu, yaitu bagaimana kita memberikan fasilitas dan sarana yang nyaman nanti bagi pengunjung atau pembeli," katanya.
Menurut dia, peningkatan kenyamanan dan daya tarik pasar tradisional menjadi kunci agar masyarakat kembali menjadikan pasar rakyat sebagai tempat berbelanja utama.
“Kita ingin pasar tradisional tetap eksis dan hidup, bukan hanya karena historisnya, tapi juga karena kualitas pelayanan, kebersihan, dan kelayakan fasilitasnya,” ujar Rahmad. (Adv).
