Samarinda (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur terus menggenjot kemandirian pangan dari protein hewani melalui penguatan kolaborasi mitra peternakan dan program unggulan.
Kepala DPKH Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Kamis berkomitmen terhadap ketahanan pangan hewani melalui Rapat Konsultasi dan Koordinasi Teknis Daerah (RAKONTEKDA) 2025.
Mengusung tema “Kolaborasi dan Penguatan Kelembagaan Peternakan untuk Kemandirian Protein Hewani Menuju Generasi Emas,” acara yang digelar di Balikpapan baru tadi menjadi wadah strategis penyelarasan kebijakan pembangunan peternakan.
Fahmi menjelaskan bahwa RAKONTEKDA 2025 menjadi ajang finalisasi dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) Perangkat Daerah 2025–2029. Ia juga menyoroti dua proyek utama DPKH dalam mendukung pembangunan daerah.
"Kami memiliki dua proyek besar, yaitu Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) dan Pembangunan Hatchery Ayam Lokal Unggul, yang merupakan bagian dari dedikasi Program JOSPOL Pemerintah Kaltim," ujarnya.
DPKH Kaltim turut memaparkan capaian program PDKT tahun 2024 yang sukses membentuk sembilan koperasi di tujuh kabupaten/kota se-Kaltim. Untuk tahun 2025, pihaknya bakal membentuk 12 koperasi ternak baru di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menekankan peran krusial sektor peternakan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Pembangunan peternakan dan kesehatan hewan turut mendukung misi ke-2 Gubernur Kalimantan Timur, yakni mewujudkan Kaltim sebagai pusat ekonomi baru yang inklusif berbasis industrialisasi komoditas unggulan daerah,” papar Wagub Seno Aji.
RAKONTEKDA 2025 juga dimanfaatkan sebagai momentum penguatan kolaborasi antar-sektor, ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara DPKH Kaltim dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kaltim, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Provinsi Kaltim, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kaltim.
DPKH Kaltim memberikan 14 penghargaan kepada pelaku usaha dan mitra kerja yang berkontribusi dalam pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan di Benua Etam.
Agenda tersebut turut menghadirkan empat narasumber kunci, yaitu Nuryani Zainuddin selaku Kesmavet, mewakili Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI), Sabaruddin Panrecalle selaku Ketua Komisi II DPRD Kaltim, perwakilan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM Prov. Kaltim, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kaltim Puguh Harjanto.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang terbagi dalam tiga kelompok pembahasan utama, bertujuan merumuskan strategi konkret dalam penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha peternakan.(Adv/Diskominfo Kaltim)
