Sendawar Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat, Kalimantan Timur, mengajak warga setempat selalu waspada terhadap api dan mengecek kembali kabel jaringan listrik agar tidak menimbulkan korsleting, seiring kejadian 16 kebakaran sejak Januari hingga Juni 2025.
"Sepanjang 2025 dari Januari hingga akhir Juni terjadi 16 kali kebakaran pemukiman penduduk di 16 lokasi yang tersebar di Kutai Barat, sehingga membuat kerugian material mencapai miliaran rupiah," ujar Wakil Bupati (Wabup) Kutai Barat Nanang Adriani di Sendawar, Kubar, Rabu.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat, sebanyak 16 kebakaran tersebut terjadi di delapan kecamatan yakni dua kampung di Kecamatan Linggang Bigung yang meliputi Kampung Linggang Amer dan Linggang Mapan.
Kemudian lima lokasi di Kecamatan Melak yang meliputi empat lokasi di Kelurahan Melak Ilir dan satu lokasi di Kelurahan Melak Ulu. Selain itu empat lokasi di Kecamatan Damai yang meliputi Kampung Sempant, Jengan Danum, Besiq, dan Kampung Benung.
Berikutnya, lima lokasi dengan rincian Kampung Linggang Tering Seberang di Kecamatan Tering, Kampung Pentat di Kecamatan Jempang, Sumber Sari di Kecamatan Barong Tongkok, Kampung Merayaq di Kecamatan Mook Manaar Bulatn, dan Kampung Long Iram Kota di Kecamatan Long Iram.
Dari 16 kebakaran tersebut menghanguskan sebanyak 94 bangunan, tiga sepeda motor, dan terdapat 125 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 388 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Untuk itu, kata dia, semua elemen masyarakat diingatkan agar meningkatkan kesadaran sekaligus kewaspadaan dalam pencegahan sehingga tidak terjadi kebakaran dengan memperhatikan semua hal yang berpotensi memicu kebakaran.
“Saya harap tidak ada lagi kebakaran di Kutai Barat, maka masyarakat harus lebih waspada dan peduli, kemudian saling mengingatkan tentang bahaya api," katanya.
Ia juga mengimbau kepada semua camat, lurah, dan kepala kampung se- Kabupaten Kutai Barat untuk selalu mengingatkan warganya soal waspada kebakaran, baik imbauan yang disampaikan melalui rumah ibadah, kegiatan tertentu, maupun saat digelar acara di kampung-kampung.
