Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menargetkan pembangunan enam unit Bank Sampah Unit (BSU) di seluruh kelurahan yang ada di kota itu.
"Langkah ini sebagai strategi untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Manggar," jelas Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Rabu (30/4).
Ia mengemukakan, pembangunan BSU ini juga untuk memperkuat budaya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Sudirman menilai program tersebut menjadi bagian penting dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah kota secara menyeluruh.
Menurutnya saat ini Balikpapan memiliki 34 kelurahan, dan pembangunan BSU ditargetkan mencapai 204 unit secara keseluruhan.
"Hingga akhir April 2025, sudah berdiri 77 BSU di berbagai wilayah di Balikpapan," ungkapnya.
Sudirman menjelaskan, setiap BSU akan bertugas memilah, mengumpulkan, dan mengelola sampah yang dihasilkan di lingkungan RW atau komunitas. Di tingkat kecamatan, BSU akan dikoordinasikan oleh Bank Sampah Induk (BSI).
"BSI akan berfungsi sebagai pusat pengolahan sebelum sampah dilanjutkan ke TPST atau langsung ke TPAS," jelasnya.
Sudirman mengungkapkan hingga kini baru tersedia dua BSI, salah satunya di Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, yang telah memiliki 418 nasabah aktif.
Menurutnya DLH Balikpapan menargetkan pengurangan sampah yang masuk ke TPAS Manggar hingga 50 persen dari total harian yang mencapai 500 ton.
Lanjutnya, hal tersebut sejalan dengan rencana pembangunan tiga TPST tambahan di Balikpapan Utara dan Balikpapan Kota pada tahun mendatang.
Sebagai upaya lanjutan, Pemkot Balikpapan juga tengah menyiapkan teknologi incinerator untuk memproses sampah menjadi energi listrik.
Sudirman yakin, teknologi energi terbarukan tersebut mampu mengurangi volume dan berat sampah secara signifikan di TPAS Manggar.
"Langkah ini bukan hanya soal mengurangi sampah, tapi mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat," katanya..
Dia berharap keterlibatan aktif masyarakat dalam program BSU menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan komunitas.
