Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Perkembangan perkebunan sawit mengalami peningkatan baik dari sisi produksi Tandan Buah Segar (TBS) maupun produktivitasnya, yakni naik 6,35 persen untuk produksi dari 2010 ke 2011, dan naik 3,77 persen untuk produktivitasnya.
"Pada 2010 hasil produksi sawit yang tersebar di kabupaten dan kota di Provinsi Kaltim sebanyak 3.054.707 ton, namun pada 2011 naik menjadi 3.465.426 ton atau meningkat 6,35 persen," ujar Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak di Samarinda, Sabtu.
Sedangkan untuk produktivitasnya, lanjut dia, pada 2010 sebanyak 13.924 kilogram per hektare, sedangkan pada 2011 menjadi 14.450 kilogram per hektare atau terjadi kenaikan sebesar 3,77 persen.
Selain itu, luasan kebun sawit juga mengalami peningkatan, yakni pada 2010 seluas 663.563 hektare (ha) yang terdiri dari 126.756 ha sebagai tanaman plasma / rakyat, 17.237 ha milik BUMN sebagai inti, dan 519.540 ha milik perkebunan besar swasta.
Sedangkan pada 2011 sudah naik menjadi 821.387 ha, terdiri dari perkebunan inti seluas 576.315 ha atau 70,16 persen, dan perkebunan rakyat seluas 245.071 ha atau sebanyak 29,84 persen.
Dari kebun rakyat yang seluas 245.071 ha itu, terbagi dua kelompok, yakni melalui kebun kemitraan (plasma) seluas 102.887 ha, kebun kemitraan Program Revitalisasi Perkebunan seluas 20.003 ha, dan kebun sawit rakyat dari APBD Kaltim dan kabupaten atau kota seluas 122.181 ha.
Menurut gubernur, bertambahnya luas areal perkebunan sawit akan berdampak pada pembangunan pabrik pengolahan sawit, baik untuk industri minyak maupun industri lain turunan sawit, seperti berbagai jenis kosmetik yang diolah dari bahan sawit.
Untuk kepentingan industri, dia mengasumsikan setiap 200 ha kebun sawit akan memerlukan 1 ton TBS per jam, sehingga pada 2015 diperkirakan kebutuhan pabrik pengolah sawit mencapai 100 hingga 150 unit dengan kapasitas antara 30 - 60 ton TBS per jam.
Selain sawit, Pemprov Kaltim juga terus mendorong pertumbuhan perkebunan jenis tanaman lain, seperti kebun karet di sejumlah sentra terutama di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Barat.
Saat ini areal kebun karet mencapai 84.367 ha dengan produktivitas antara 1.398 kg per ha. Kemudian kakao seluas 29.801 ha dengan produktivitas 1.203 kg per ha. Lada seluas 11.149 ha dengan produktivitas 631 kg per ha, dan kelapa seluas 30.250 ha dengan produktivitas 1.050 kg per ha. (*)
