Sangatta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bakal membangun 97 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Kutim.
“Untuk usulan pertama terdapat 73 titik dan sebanyak 22 titik yang terbaru dalam rencana pembangunan,” kata Koordinator Wilayah BGN Kutim Dwi Nur Shinta, di Sangatta, Rabu (14/1).
Dia mengatakan, rencana tersebut belum sepenuhnya terlaksana, masih ada SPPG yang belum berjalan dengan optimal.
Menurutnya, salah satu kendala tidak optimal pembangunan SPPG di Kutim, yakni aksesibilitas di wilayah pedalaman dan pesisir Kutai Timur.
Dwi menjelaskan bahwa luasnya wilayah Kabupaten Kutai Timur serta akses yang belum memadai menghambat distribusi bahan baku dan peralatan program MBG.
“Persoalan utama yakni di daerah pedalaman dan pesisir yang belum memiliki akses jalan yang representatif,” tuturnya.
Dengan akses yang tidak memadai di pedalaman dan pesisir Kutim, ada beberapa investor pembangun SPPG yang belum berjalan.
Sementara itu, Asisten I Pemkab Kutim bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Trisno menyatakan bahwa pihaknya ingin mengetahui hasil dari evaluasi dan monitoring program MBG di Kutim.
Dia menegaskan bahwa program tersebut harus dipastikan merata di seluruh wilayah Kutai Timur, sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
“Ke depannya dapat segera terealisasi, sehingga manfaat dari Program MBG dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya
Trisno meminta kepada seluruh mitra program MBG dapat mengoptimalkan seluruh proses pelaksanaan untuk mendukung program MBG di Kutim, termasuk menjalin koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait.
