Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, melakukan mitigasi kebakaran di pemukiman melalui pemasangan hydrant kering di Jalan Maduningrat, Tenggarong, karena di kawasan tersebut merupakan daerah pemukiman yang padat penduduk.
Meski mitigasi dilakukan, namun pemda tetap mengingatkan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan melakukan pencegahan agar tidak terjadi kebakaran, seperti memperhatikan kabel listrik agar tidak terjadi korsleting, tidak membakar sampah dekat pemukiman, dan kewaspadaan lain.
"Hydrant kering lebih aman dibandingkan dengan hydrant konvensional yang mengandalkan tekanan air dari PDAM, karena berisiko merusak jaringan pipa rumah warga saat digunakan dalam kondisi darurat," kata Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin di Tenggarong, Kamis.
Hydrant kering, lanjut ia, menjadi solusi untuk kawasan padat penduduk dan kampung kumuh yang memiliki akses terbatas jalur mobil pemadam kebakaran, karena sistem hydrant kering memanfaatkan sumber air alami seperti sungai dengan bantuan mesin pompa.
Dalam hal ini, Pemkab Kukar memperkenalkan sistem hydrant kering sebagai proyek percontohan yang digagas oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar.
Sejumlah kota besar di Indonesia telah lebih dahulu menerapkan sistem serupa, sementara Kabupaten Kukar mulai saat ini mengadopsi sistem ini secara bertahap.
"Saat ini Dinas Damkarmatan Kukar telah memiliki empat unit mesin hydrant kering, sedangkan pembangunan jaringan pipa masih menjadi tantangan karena membutuhkan anggaran yang cukup besar,: katanya.
Sehari sebelumnya, saat meninjau kesiapan sistem hydrant kering Jalan Maduningrat, Tenggarong, Rendi juga menyatalan bahwa penerapan hydrant kering akan dilakukan secara bertahap dengan prioritas di wilayah padat penduduk dan rawan kebakaran.
Hal ini dilakukan karena berdasarkan data dinas terkait, terdapat lebih dari 30 titik kampung kumuh di Kukar yang tersebar pada 20 kecamatan, sehingga sistem hydrant kering ditargetkan dapat diperluas untuk mempercepat respons penanganan kebakaran dan meminimalkan risiko kerugian akibat kebakaran.
Peninjauan diawali dari titik sumber air serta lokasi penempatan pompa di Sungai Tenggarong, Jalan Kartini, dilanjutkan ke salah satu titik hydrant di Jalan Maduningrat yang berdekatan dengan Tangga Arung Square, guna meninjau kekuatan debit air yang dihasilkan dari hydrant kering tersebut.
