Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyatakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mempunyai peran penting dalam akselerasi ekonomi, sebagai jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha serta berperan aktif dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah
Staf Ahli Gubernur Kalimantan Timur Bidang Sumber Daya Alam (SDA), Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat, Arief Murdiyatno di Samarinda, Sabtu, menegaskan bahwa Kadin Kaltim menjadi mitra penting dalam memperkuat ekosistem investasi di daerah.
Peran Kadin tidak hanya sebagai organisasi yang menaungi dunia usaha, tetapi juga sebagai akselerator dalam menghadirkan peluang-peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi.
“Kadin Kaltim berperan sentral sebagai penghubung antara pemerintah dan dunia usaha. Kita memerlukan kolaborasi yang lebih solid untuk mempercepat laju investasi, memperluas lapangan kerja, dan memastikan pembangunan berjalan lebih inklusif,” ujarnya.
Arif pada Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-8 Kadin Kaltim menegaskan, saat ini Kaltim berada dalam fase penting transformasi ekonomi dengan hadirnya proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).
Terlebih dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, Kaltim ingin bergerak ke arah pembangunan yang lebih berkelanjutan, terintegrasi dan berorientasi masa depan.
Baca juga: KPK telusuri aliran uang suap ke Ketua Kadin Kaltim di luar kasus IUP
“Kaltim ingin bertransformasi menuju ekonomi hijau dan biru. Ini bukan hanya peluang, tetapi kebutuhan untuk menjawab tantangan global dan memastikan Kaltim mampu bersaing hingga 2045,” katanya.
Ia berharap Musprov Kadin ke-8 ini dapat melahirkan rekomendasi dan kepemimpinan baru yang mampu memperkuat sinergi dunia usaha dengan pemerintah daerah.
Melalui visi Kaltim Emas 2045, Pemprov Kaltim menargetkan pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya, pemerataan kesempatan dan peningkatan daya saing daerah.
Dalam kesempatan itu, Arif juga mengajak kepada seluruh pengurus dan anggota Kadin untuk terus bersinergi, berinovasi dan berkontribusi dalam perjalanan besar Kaltim menuju pusat ekonomi baru di Indonesia.
Musprov Kadin Kaltim secara aklamasi menetapkan Putri Amanda Nurrahmadani sebagai Ketua Umum Kadin Kaltim periode 2025–2030, setelah satu-satunya pesaing Muhammad Ridwan ( Ketua Kadin Samarinda) mengundurkan diri.
Sebelum Putri Amanda, posisi Ketua Kadin Kaltim dipegang oleh Dayang Donna Faroek. Pada September 2025, Dayang Donna sempat menjadi sorotan publik karena kasus dugaan suap terkait izin tambang.
Baca juga: KPK tahan Ketua Kadin Kaltim sebagai tersangka kasus suap IUP
