Samarinda (ANTARA) - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terpilih sebagai satu dari lima provinsi percontohan nasional program sejuta vaksin human papillomavirus (HPV) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Nasional.
"Program nasional itu merupakan bagian dari peringatan HUT ke-54 Korpri yang fokus pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas pelayanan ASN," kata Pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kaltim Yuli Fitriyanti di Samarinda, Jumat, tentang program yang berkolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk PT Bio Farma (Persero).
Selain Kaltim, Yuli mengatakan empat provinsi lain yang juga jadi percontohan adalah DKI Jakarta, Lampung, Sumatera Selatan dan Jawa Tengah.
Vaksin untuk ASN itu, lanjutnya, menjadi langkah strategis memperluas perlindungan terhadap virus penyebab utama kanker serviks itu.
"Pencegahan melalui vaksinasi jauh lebih efektif dan mengurangi risiko penyakit jangka panjang. Itu adalah bentuk kepedulian kami terhadap kualitas hidup para ASN," katanya.
Selain menyediakan vaksinasi, Yuli mengatakan edukasi untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker serviks itu juga menjadi bagian dari program nasional untuk para ASN.
"Kami berharap seluruh ASN dapat berpartisipasi aktif dalam program Itu. Langkah kecil seperti vaksinasi dapat memberikan perlindungan besar bagi kesehatan diri dan keluarga," ujar Yuli.
Pada acara peluncuran di Samarinda, sebanyak 250 ASN Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menerima vaksinasi HPV secara langsung.
Yuli mengharapkan partisipasi itu memicu semangat ASN lain untuk ikut serta dalam program serupa pada masa mendatang.
Kanker serviks merupakan penyebab kematian kedua tertinggi akibat kanker pada wanita di Indonesia. Vaksinasi HPV adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah infeksi virus yang menjadi pemicu kanker ini.
Inisiatif tersebut membuktikan Kaltim bukan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dan dukungan pemindahan ibu kota, melainkan juga prioritas terhadap kualitas sumber daya manusia.
"Kami harapkan program vaksinasi dapat menjadi model bagi daerah-daerah lain dalam mengimplementasikan kebijakan kesehatan yang inovatif dan berdampak luas," kataya.
Baca juga: Dinkes Kaltim perluas imunisasi HPV guna eliminasi kanker serviks
