• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News kaltim
Senin, 8 Desember 2025
Antara News kaltim
Antara News kaltim
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Prabowo setuju Rp60 juta per rumah ganti hunian pengungsi yang rusak

      Prabowo setuju Rp60 juta per rumah ganti hunian pengungsi yang rusak

      Senin, 8 Desember 2025 7:27

      Prabowo ingatkan pejabat: Jangan gunakan bencana untuk perkaya diri

      Prabowo ingatkan pejabat: Jangan gunakan bencana untuk perkaya diri

      Senin, 8 Desember 2025 7:24

      24 Desember diprediksi jadi puncak libur Natal-Tahun Baru

      24 Desember diprediksi jadi puncak libur Natal-Tahun Baru

      Minggu, 7 Desember 2025 17:15

      OJK dan Polda Kaltara usut tuntas dugaan pidana BPD Kaltimtara

      OJK dan Polda Kaltara usut tuntas dugaan pidana BPD Kaltimtara

      Minggu, 7 Desember 2025 16:18

      Kodam Mulawarman kirim 4 truk logistik ke Sumatera

      Kodam Mulawarman kirim 4 truk logistik ke Sumatera

      Minggu, 7 Desember 2025 13:05

  • Seputar Kaltim
      • DPRD Kaltim
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Diskominfo Kaltim
      • Samarinda
      • Balikpapan
      Ketua BK Kaltim siap tindak anggota dewan melanggar etika

      Ketua BK Kaltim siap tindak anggota dewan melanggar etika

      Rabu, 15 Oktober 2025 20:34

      Ketua DPRD Kaltim sambangi pendemo, janji perjuangkan aspirasi

      Ketua DPRD Kaltim sambangi pendemo, janji perjuangkan aspirasi

      Senin, 1 September 2025 19:39

      DPRD Kaltim  dorong pemerintah ciptakan lapangan kerja bagi lulusan baru

      DPRD Kaltim dorong pemerintah ciptakan lapangan kerja bagi lulusan baru

      Minggu, 17 Agustus 2025 12:58

      DPRD Kaltim usulkan pengadaan  Helikopter untuk distribusi logistik

      DPRD Kaltim usulkan pengadaan Helikopter untuk distribusi logistik

      Kamis, 7 Agustus 2025 6:41

      HPL Bank Tanah di PPU jadi contoh nasional

      HPL Bank Tanah di PPU jadi contoh nasional

      Senin, 8 Desember 2025 15:35

      Kabupaten Penajam prioritaskan penanganan dan pencegahan stunting

      Kabupaten Penajam prioritaskan penanganan dan pencegahan stunting

      Senin, 8 Desember 2025 14:40

      Penajam tingkatkan pengelolaan keuangan daerah terapkan nontunai

      Penajam tingkatkan pengelolaan keuangan daerah terapkan nontunai

      Senin, 8 Desember 2025 9:49

      Penajam tumbuhkan generasi muda sehat-cerdas lewat CINTA

      Penajam tumbuhkan generasi muda sehat-cerdas lewat CINTA

      Minggu, 7 Desember 2025 21:47

      Polres Paser terima penghargaan program inovatif peduli masyarakat kurang mampu

      Polres Paser terima penghargaan program inovatif peduli masyarakat kurang mampu

      Sabtu, 6 Desember 2025 6:59

      Satgas MBG Paser minta percepat penambahan dapur MBG

      Satgas MBG Paser minta percepat penambahan dapur MBG

      Jumat, 31 Oktober 2025 16:20

      Wabup Paser sampaikan nota keuangan RAPBD 2026

      Wabup Paser sampaikan nota keuangan RAPBD 2026

      Selasa, 28 Oktober 2025 13:32

      SD Negeri OO3 Penajam  ajarkan kemandirian lewat program MBG

      SD Negeri OO3 Penajam ajarkan kemandirian lewat program MBG

      Rabu, 8 Oktober 2025 13:01

      Disnakertrans Kaltim proyeksikan UMP 2026 capai Rp3,8 juta

      Disnakertrans Kaltim proyeksikan UMP 2026 capai Rp3,8 juta

      Rabu, 3 Desember 2025 12:00

      Dinkes Kaltim optimalkan 272 faskes layanan HIV/AIDS

      Dinkes Kaltim optimalkan 272 faskes layanan HIV/AIDS

      Senin, 1 Desember 2025 19:16

      Gubernur Kaltim tegaskan area tambang ilegal ditutup untuk jaga hutan

      Gubernur Kaltim tegaskan area tambang ilegal ditutup untuk jaga hutan

      Senin, 1 Desember 2025 18:50

      Disdikbud Kaltim perkuat daya saing SMK berstandard industri

      Disdikbud Kaltim perkuat daya saing SMK berstandard industri

      Minggu, 30 November 2025 11:55

      Banjir dominasi catatan bencana Kaltim pada 2025

      Banjir dominasi catatan bencana Kaltim pada 2025

      Senin, 8 Desember 2025 19:03

      Dinkes pastikan layanan HIV optimal di tengah dinamika perubahan

      Dinkes pastikan layanan HIV optimal di tengah dinamika perubahan

      Senin, 8 Desember 2025 10:45

      Kemenbud: Pengakuan adat Kedang Ipil picu semangat pelestarian budaya

      Kemenbud: Pengakuan adat Kedang Ipil picu semangat pelestarian budaya

      Senin, 8 Desember 2025 7:02

      Dinsos Kaltim usung semangat inklusi dan kesetaraan

      Dinsos Kaltim usung semangat inklusi dan kesetaraan

      Minggu, 7 Desember 2025 16:15

      Forkopimda Kaltim tingkatkan kewaspadaan narkoba dan radikalisme

      Forkopimda Kaltim tingkatkan kewaspadaan narkoba dan radikalisme

      Senin, 8 Desember 2025 20:13

      Polda Kaltim siagakan personel antisipasi banjir dan tanah longsor

      Polda Kaltim siagakan personel antisipasi banjir dan tanah longsor

      Sabtu, 6 Desember 2025 21:47

      Bank Tanah serahkan sertipikat untuk 11 petani di PPU

      Bank Tanah serahkan sertipikat untuk 11 petani di PPU

      Kamis, 4 Desember 2025 20:12

      Polisi tetapkan tiga tersangka korupsi pengadaan RPU di Kutim

      Polisi tetapkan tiga tersangka korupsi pengadaan RPU di Kutim

      Rabu, 3 Desember 2025 19:44

  • Ekonomi dan Pariwisata
    • Izin pengelolaan sumur minyak rakyat diberikan bulan ini

      Izin pengelolaan sumur minyak rakyat diberikan bulan ini

      Senin, 8 Desember 2025 19:23

      Bea keluar batu bara sebagai pengimbang restitusi PPN tinggi, menurut Menkeu

      Bea keluar batu bara sebagai pengimbang restitusi PPN tinggi, menurut Menkeu

      Senin, 8 Desember 2025 19:05

      PHM tambah ketahanan energi nasional

      PHM tambah ketahanan energi nasional

      Senin, 8 Desember 2025 18:14

      Kaltim gandeng pihak swasta untuk pengembangan Labuan Cermin

      Kaltim gandeng pihak swasta untuk pengembangan Labuan Cermin

      Senin, 8 Desember 2025 7:04

      Telkomsel tambah 20 BTS 5G di Balikpapan

      Telkomsel tambah 20 BTS 5G di Balikpapan

      Sabtu, 6 Desember 2025 9:58

  • Olahraga
    • Jadwal lengkap laga perdana timnas U-22 Indonesia di SEA Games 2025

      Jadwal lengkap laga perdana timnas U-22 Indonesia di SEA Games 2025

      Senin, 8 Desember 2025 12:34

      Isa Warps persembahkan gol lawan Singapura untuk sang ayah

      Isa Warps persembahkan gol lawan Singapura untuk sang ayah

      Senin, 8 Desember 2025 12:31

      Tim-tim bayangan berpotensi buktikan diri pada Piala Dunia 2026

      Tim-tim bayangan berpotensi buktikan diri pada Piala Dunia 2026

      Minggu, 7 Desember 2025 17:20

      Jadwal terbaru timnas U22 Indonesia di SEA Games 2025

      Jadwal terbaru timnas U22 Indonesia di SEA Games 2025

      Rabu, 3 Desember 2025 15:59

      Klasemen Liga Italia: Milan dan Napoli koleksi poin yang sama di pucuk

      Klasemen Liga Italia: Milan dan Napoli koleksi poin yang sama di pucuk

      Senin, 1 Desember 2025 8:09

  • Umum
    • Kabupaten Berau antisipasi ketimpangan sosial melalui desain kependudukan

      Kabupaten Berau antisipasi ketimpangan sosial melalui desain kependudukan

      Sabtu, 6 Desember 2025 7:43

      Aparatur kampung adalah arsitek pertama pembangunan daerah

      Aparatur kampung adalah arsitek pertama pembangunan daerah

      Sabtu, 6 Desember 2025 7:40

      Pemprov Kaltim kuatkan ekosistem tenaga kerja melalui aplikasi Etam Kerja

      Pemprov Kaltim kuatkan ekosistem tenaga kerja melalui aplikasi Etam Kerja

      Sabtu, 6 Desember 2025 7:37

      Kejari Samarinda musnahkan 84,61 gram narkoba

      Kejari Samarinda musnahkan 84,61 gram narkoba

      Jumat, 5 Desember 2025 19:29

      Prabowo ke Sumatra Utara tinjau bencana

      Prabowo ke Sumatra Utara tinjau bencana

      Senin, 1 Desember 2025 7:51

  • IKN
    • Otorita IKN-BKKBN Kaltim fokuskan 3.000 keluarga risiko stunting

      Otorita IKN-BKKBN Kaltim fokuskan 3.000 keluarga risiko stunting

      Minggu, 7 Desember 2025 13:09

      Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN masuk fase konstruksi

      Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN masuk fase konstruksi

      Sabtu, 6 Desember 2025 16:05

      Perencanaan Pembangunan IKN 65 persen kawasan hutan lindung

      Perencanaan Pembangunan IKN 65 persen kawasan hutan lindung

      Kamis, 4 Desember 2025 20:25

      OIKN dan Korsel kolaborasi kembangkan smart city masa depan dunia

      OIKN dan Korsel kolaborasi kembangkan smart city masa depan dunia

      Kamis, 4 Desember 2025 20:02

      OIKN perkuat ketahanan pangan melalui demplot kultur jaringan

      OIKN perkuat ketahanan pangan melalui demplot kultur jaringan

      Kamis, 4 Desember 2025 14:43

  • Foto
  • Video
    • Kemenbud dorong regulasi masyarakat adat lindungi tradisi lokal

      Kemenbud dorong regulasi masyarakat adat lindungi tradisi lokal

      Senin, 8 Desember 2025 16:22

      Konservasi tanah wajibkan pengguna lahan jaga fungsi lingkungan

      Konservasi tanah wajibkan pengguna lahan jaga fungsi lingkungan

      Jumat, 5 Desember 2025 19:03

      Atasi kerusakan hutan Bukit Soeharto, OIKN pasang tanda peringatan

      Atasi kerusakan hutan Bukit Soeharto, OIKN pasang tanda peringatan

      Kamis, 4 Desember 2025 19:46

      Polda Kaltim ungkap korupsi pengadaan mesin pengolahan padi di Kutim

      Polda Kaltim ungkap korupsi pengadaan mesin pengolahan padi di Kutim

      Kamis, 4 Desember 2025 15:15

      Para penganyam rotan penjaga tradisi pedalaman Kalimantan

      Para penganyam rotan penjaga tradisi pedalaman Kalimantan

      Minggu, 30 November 2025 12:29

Layar sejuta penyiar tanpa standard bernama medsos

Sabtu, 29 November 2025 10:16 WIB

Layar sejuta penyiar tanpa standard bernama medsos

Medsos ibarat layar raksasa, di mana setiap orang —diizinkan— tampil tanpa standar, tanpa rambu, tanpa jeda. ANTARA/Sizuka

Jakarta (ANTARA) - Medsos kini ibarat layar raksasa, di mana setiap orang "diizinkan" tampil tanpa standar, tanpa rambu, tanpa jeda. Inilah dunia, tempat siapapun bisa menyalakan kamera dan berbicara bak penyiar.

Bila semua berlomba menjadi penyiar, siapa yang masih sudi belajar menjadi pendengar?

Media sosial memang membuka panggung bagi siapa saja, tetapi panggung tanpa aturan selalu menyimpan risiko yang tak terlihat.

Dulu media sosial dibayangkan sebagai ruang demokratis tempat suara-suara kecil bisa tumbuh. Namun seiring tombol “Live” dan “Broadcast Yourself” menjadi fitur harian, kita memasuki era baru: zaman ketika siapa saja bisa tampil layaknya penyiar, tanpa prasyarat etika, literasi, atau kemampuan dasar berkomunikasi publik.

Di balik kemudahan itu, ada perubahan besar pada budaya berbicara, yakni pergeseran dari ingin memahami menjadi ingin tampil.

Kita hidup di tengah lalu lintas siaran spontan: orang makan disiarkan, orang marah disiarkan, orang mengamuk disiarkan, bahkan orang bengong pun disiarkan.

Ruang privat runtuh, ruang publik digelembungkan; semuanya dicampur hingga batas-batasnya mengabur.

Yang berbahaya bukan hanya kontennya yang serampangan, tapi cara sebagian orang merasa berhak membagikan apapun seakan ruang digital adalah halaman belakang rumahnya, padahal di sanalah jutaan orang lain sedang melintas.

Di tengah derasnya siaran spontan itu, sebagian orang lupa bahwa media sosial —betapapun sechaotis-nya— tetaplah ruang publik, dan di ruang publik kebebasan tak pernah berdiri sendirian tanpa tanggung jawab.

Pemerintah sebenarnya mulai menata kebisingan digital ini. Melalui PP Tunas (Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak), negara memberi pagar awal bagi ruang maya: platform diwajibkan melakukan verifikasi usia, menyaring konten berisiko, serta menyediakan jalur pelaporan jika pengguna menemukan konten bermasalah.

Regulasi ini adalah sinyal bahwa ruang digital tidak boleh dibiarkan sepenuhnya liar; ada etika, ada keselamatan, ada kepentingan publik yang mesti dijaga.

Meski fokus utamanya perlindungan anak, implikasinya lebih besar: pengakuan resmi bahwa dunia maya adalah ruang bersama, bukan halaman belakang siapa saja.

Namun budaya “siaran tanpa standar” tetap menjalar. Ia lahir bukan semata dari teknologi, melainkan dari kesunyian yang tak terucap: keinginan untuk dilihat, diakui, diperhatikan meski sekejap.

Tombol “Live” menjadi panggung murah meriah tempat siapapun bisa serasa “bintang”, meski hanya lima menit.

Tapi panggung tanpa kurasi kerap melahirkan bising —klaim ngawur, hoaks yang dibungkus percaya diri, drama murahan yang dijual seperti kebenaran.

Hal yang kemudian muncul bukan masyarakat yang makin melek, melainkan masyarakat penikmat sensasi. Bila semua sibuk bersiaran, siapa yang masih menyisihkan waktu untuk mendengarkan?

Tak semua serampangan, ada juga kreator konten yang menyajikan gambar hasil liputan di lapangan. ANTARA/Sizuka

Televisi tanpa redaksi

Di masa ketika televisi berjaya, setiap tayangan melewati pintu berlapis: ada produser, editor, penulis naskah, penanggung jawab program, hingga tim sensor internal. Sebuah siaran tak boleh lolos tanpa logika, tanpa etika, tanpa verifikasi.

Namun, media sosial memotong seluruh proses itu seperti jalan pintas: semua orang kini adalah stasiun TV mandiri. Tanpa redaksi. Tanpa penyaring. Tanpa rem.

Inilah yang membuat jagat digital menjadi hutan siaran: tiap orang membawa kameranya sendiri, memproduksi narasinya sendiri, dan mengudara kapan saja ia mau.

Tidak peduli apakah informasinya benar, apakah opininya berlandas data, atau apakah tindakannya bisa memicu keresahan; yang penting “tayang dulu, urusan belakangan”.

Kita menyaksikan lahirnya generasi penyiar yang merasa cukup dengan keberanian tampil, bukan dengan kelayakan isi.

Konsep street journalism atau jurnalisme jalanan banyak dibahas oleh Stuart Allan, profesor kajian media dari University of Cardiff. Allan menyebut jurnalisme warga sebagai “emergent news culture” di mana publik biasa, tanpa pelatihan redaksi, ikut memproduksi informasi dari ruang-ruang sehari-hari. Menurutnya, kekuatan model ini terletak pada kedekatannya dengan realitas, tetapi kelemahannya minim verifikasi, rentan bias, dan tidak memiliki etika penyiaran yang memadai.

Sementara Dan Gillmor, jurnalis dan penulis buku We the Media, melihat fenomena ini sebagai bagian dari demokratisasi media: ketika setiap orang bisa menjadi pewarta dengan hanya bermodalkan gawai. Namun ia menegaskan bahwa demokratisasi bukan berarti tanpa aturan, karena tanpa standar etika, jurnalisme warga mudah bergeser menjadi “noise yang membanjiri ruang publik” dan mengacaukan proses deliberasi publik yang sehat.

Dalam sistem yang tidak memiliki editor, “yang viral” otomatis menggantikan “yang bernilai”. Konten sensasional naik ke permukaan, sementara percakapan bermutu tenggelam seperti batu.

Bahkan tragedi bisa dijadikan tontonan selama ada penonton; konflik dikuliti seperti bahan hiburan; dan privasi orang lain dianggap dekorasi layar. Semua berjalan cepat, spontan, dan tanpa jeda refleksi, seakan-akan dunia tidak membutuhkan proses berpikir.

Absennya redaksi juga menghilangkan satu hal penting: pertanggungjawaban. Tidak ada kepala berita yang bisa diminta klarifikasi. Tidak ada kantor redaksi yang bisa ditegur. Yang ada hanyalah akun anonim atau individu yang dengan mudah menghapus rekamannya dan pindah ke topik lain, sementara dampaknya tersisa pada publik yang tersesat oleh informasi samar, opini mentah, atau emosi yang terprovokasi.

Fenomena ini semakin mengaburkan batas antara jurnalisme, hiburan, curahan pribadi, dan provokasi. Semuanya bercampur di satu layar, di mana penonton dibiarkan memilah sendiri, meski kapasitas tiap orang tidak sama. Media sosial menjadi televisi yang kehilangan filter, tetapi ironisnya justru paling ramai ditonton.

Standard siar

Di tengah riuh-rendah siaran tanpa redaksi, mulai muncul satu kesadaran baru: bahwa ruang publik digital tak bisa dibiarkan tumbuh seperti hutan liar. Ada wacana mengenai standarisasi bahkan sertifikasi kreator konten. Gagasan yang mungkin terdengar konyol bagi sebagian orang, tetapi sebenarnya mencerminkan kebutuhan paling dasar: bahwa siapapun yang menyiarkan ke publik, sepatutnya paham konsekuensi publik. Toh, pengemudi ojek online saja perlu pelatihan keselamatan; mengapa penyiar massa yang bisa menjangkau jutaan orang dibiarkan tanpa rambu?

Otoritas pengawas penyiaran seperti KPI pun mulai dilirik sebagai “penjaga etika” baru, meski perannya belum sepenuhnya terdefinisi. Kewenangan mereka selama ini terikat pada televisi dan radio; sementara media sosial berlari jauh lebih cepat, berpindah platform, menembus batas negara, dan sering berada di titik buta regulasi.

Namun satu hal tetap jelas: kita membutuhkan mekanisme yang bukan untuk membungkam, melainkan untuk mendudukkan kembali akal sehat. Regulasi yang melindungi publik tanpa mematikan kebebasan berekspresi.

Tetapi tanggung jawab tidak bisa hanya digantungkan pada pemerintah. Warganet pun harus belajar menjadi pengguna yang dewasa. Menyadari bahwa tombol “share” bisa menjadi pemantik kekacauan; bahwa komentar adalah rekam jejak, bukan sekadar ampas emosi; bahwa setiap konten yang kita konsumsi turut membentuk ekosistem digital yang kita tinggali bersama.

Ruang publik tidak pernah netral. Ia mencerminkan cara penghuninya berpikir.

Jika pemerintah menyiapkan rambu, platform membangun pagar, dan pengguna konsisten menegakkan tata krama, maka media sosial bisa kembali menjadi ruang dialog, bukan arena gladiator; tempat berbagi gagasan, bukan sekadar ladang sensasi.

Sebuah ruang publik yang tidak sempurna, tapi setidaknya ada etika, ada pondasi, dan ada arah kembali bagi kewarasan.

Media sosial selalu mencerminkan siapa kita: bila kita menjadikannya pasar malam, ia akan berisik; bila kita membiarkannya jadi kolam keruh, ia akan menenggelamkan siapa saja yang masuk. Tetapi jika kita mau menata langkah, --pelan, sadar, dan jujur— maka layar yang sama bisa berubah menjadi cermin bening untuk melihat diri.

Sebab ruang publik, betapapun cair dan digital bentuknya, akan selalu mengikuti standar yang kita tegakkan bersama. Ketika standar itu kembali pada kesederhanaan yang paling sunyi —tenggang rasa, etika, dan sedikit saja kerendahan hati— maka dunia maya tidak lagi menjadi rimba, tetapi tempat akal sehat menemukan jalan pulang.

Pewarta: Sizuka
Editor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

Bupati Berau ajak pemuda  manfaatkan medsos sebagai media belajar

Bupati Berau ajak pemuda manfaatkan medsos sebagai media belajar

6 Oktober 2025 20:01

Kebijakan satu orang satu akun media sosial dapat dukungan MPR

Kebijakan satu orang satu akun media sosial dapat dukungan MPR

19 September 2025 14:19

Diskominfo Kaltim  edukasi pelajar konten negatif di medsos

Diskominfo Kaltim edukasi pelajar konten negatif di medsos

18 September 2025 16:16

Wagub Kaltim tegur pejabat pemprov yang pamer kemewahan di medsos

Wagub Kaltim tegur pejabat pemprov yang pamer kemewahan di medsos

3 September 2025 18:14

Ketua Dekranas  ajak perajin manfaatkan medsos kembangkan usaha

Ketua Dekranas ajak perajin manfaatkan medsos kembangkan usaha

10 Juli 2025 05:50

Polda Kaltim tangkap komplotan peretas 323 akun medsos

Polda Kaltim tangkap komplotan peretas 323 akun medsos

4 Maret 2025 18:52

BKSDA Kaltim  kerahkan tim cari keberadaan orangutan di area tambang

BKSDA Kaltim kerahkan tim cari keberadaan orangutan di area tambang

7 Februari 2025 09:44

Diskominfo edukasi medsos finalis  Puteri Muslimah Nusantara

Diskominfo edukasi medsos finalis Puteri Muslimah Nusantara

15 November 2024 06:18

Terpopuler

Disnakertrans Kaltim proyeksikan UMP 2026 capai Rp3,8 juta

Disnakertrans Kaltim proyeksikan UMP 2026 capai Rp3,8 juta

Polisi tetapkan tiga tersangka korupsi pengadaan RPU di Kutim

Polisi tetapkan tiga tersangka korupsi pengadaan RPU di Kutim

Otorita kembangkan padi gogo perkuat ketahanan pangan IKN

Otorita kembangkan padi gogo perkuat ketahanan pangan IKN

Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN masuk fase konstruksi

Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN masuk fase konstruksi

Otorita IKN-BKKBN Kaltim fokuskan 3.000 keluarga risiko stunting

Otorita IKN-BKKBN Kaltim fokuskan 3.000 keluarga risiko stunting

Top News

  • Forkopimda Kaltim tingkatkan kewaspadaan narkoba dan radikalisme

    Forkopimda Kaltim tingkatkan kewaspadaan narkoba dan radikalisme

    33 menit lalu

  • Izin pengelolaan sumur minyak rakyat diberikan bulan ini

    Izin pengelolaan sumur minyak rakyat diberikan bulan ini

    1 jam lalu

  • Bea keluar batu bara sebagai pengimbang restitusi PPN tinggi, menurut Menkeu

    Bea keluar batu bara sebagai pengimbang restitusi PPN tinggi, menurut Menkeu

    1 jam lalu

  • Banjir dominasi catatan bencana Kaltim pada 2025

    Banjir dominasi catatan bencana Kaltim pada 2025

    1 jam lalu

  • Prabowo ingatkan pejabat: Jangan gunakan bencana untuk perkaya diri

    Prabowo ingatkan pejabat: Jangan gunakan bencana untuk perkaya diri

    13 jam lalu

Antara News kaltim
kaltim.antaranews.com
Copyright © 2025
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Seputar Kaltim
  • Ekonomi & Pariwisata
  • Olahraga
  • English Version
  • Lintas Daerah
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA