Samarinda (ANTARA) - Dinas Sosial Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim) kembali memperluas jangkauan jaring pengaman sosial dengan menambah alokasi bantuan modal usaha produktif kepada 180 warga miskin melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2025.
"Tahun ini kami telah menyalurkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi 1.500 warga miskin yang tersebar di 10 kabupaten dan kota, kemudian pada APBD Perubahan 2025 kami menyalurkan tambahan bagi 180 warga miskin untuk mendapatkan bantuan modal usaha," kata Kepala Dinsos Kaltim Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Jumat.
Ia menjelaskan program ini dirancang secara spesifik untuk mengubah paradigma bantuan sosial dari yang bersifat konsumtif menjadi dukungan yang memandirikan masyarakat pra-sejahtera secara ekonomi.
Pemerintah provinsi berupaya memastikan bahwa kelompok masyarakat rentan memiliki alat kerja yang memadai untuk menjalankan usaha rintisan sesuai dengan keahlian mereka masing-masing.
Langkah penambahan kuota penerima manfaat dalam anggaran perubahan ini membuktikan komitmen kuat pemerintah daerah untuk terus memperluas cakupan perlindungan sosial di seluruh wilayah Benua Etam.
Salah satu penerima manfaat program UEP di Kota Samarinda Noor Sary mengaku terbantu dengan adanya perhatian pemerintah yang menyasar pelaku usaha mikro sepertinya.
Ibu berusia 56 tahun yang kini menjadi orang tua tunggal setelah suaminya meninggal dunia pada awal tahun ini merasa mendapatkan semangat baru untuk mandiri.
Paket bantuan alat usaha yang diterimanya dari pemerintah provinsi cukup lengkap, terdiri atas mesin penutup gelas plastik (cup sealer), termos penyimpanan es, galon air, wadah air minum, alat penghalus es atau blender, hingga persediaan sedotan.
Penjualan minuman es teh racikannya menembus angka penjualan hingga 200 gelas dalam satu malam ketika ia menggelar lapak di area pasar malam depan rumahnya.
Dampak positif dari program ini juga dirasakan oleh Fitri, seorang ibu rumah tangga di Samarinda. Wanita yang kini memasuki usia 30-an tahun tersebut memikul tanggung jawab sebagai tulang punggung bagi empat orang anak dan ibunya yang sudah lanjut usia.
Menurutnya, bantuan Usaha Ekonomi Produktif ini menjadi solusi nyata di tengah himpitan ekonomi yang semakin berat karena memberikan aset untuk mencari nafkah.
Dukungan peralatan usaha seperti blender dan termos es, ditambah dengan modal kerja berupa paket bahan baku minuman bubuk, memungkinkannya melakukan diversifikasi produk jualan.
