Bantuan yang disalurkan Dinsos Kukar merupakan pemanfaatan buffer stock yang sebelumnya dipasok dari Gudang Logistik Bencana Dinsos Provinsi Kaltim
Kutai Kartanegara (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur memastikan kebutuhan logistik masyarakat terdampak banjir di Dusun Pondok Labu, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, telah terpenuhi.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kaltim, Achmad Rasyidi, di Kutai Kartanegara, Rabu, menyampaikan bahwa bantuan logistik telah didistribusikan secara kolaboratif oleh BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
"Bantuan yang disalurkan Dinsos Kukar merupakan pemanfaatan buffer stock yang sebelumnya dipasok dari Gudang Logistik Bencana Dinsos Provinsi Kaltim," ujar Rasyidi usai meninjau lokasi banjir.
Ia menjelaskan bahwa Dinsos Kaltim terus menjalin komunikasi intensif dengan Ketua RT setempat. Jika sewaktu-waktu terjadi kekurangan stok pangan atau muncul kebutuhan darurat lainnya, tambahan logistik akan segera disalurkan kembali ke lokasi terdampak.
"Berdasarkan dialog dengan Ketua RT, kondisi saat ini mulai aman terkendali. Debit air mulai menurun dan kebutuhan logistik di pengungsian masih mencukupi," ungkapnya.
Dalam tinjauan lapangan tersebut, tim Dinsos Kaltim bersama relawan TAGANA Kukar melihat langsung kondisi warga yang terdampak luapan air akibat tingginya curah hujan serta fenomena pasang air Sungai Mahakam yang terjadi sejak 31 Januari lalu.
Achmad Rasyidi mencatat banjir merendam sedikitnya 14 rumah warga di wilayah RT 09 dan RT 10. Berdasarkan data lapangan, total warga terdampak mencapai 9 KK (18 jiwa) di RT 09 dan 19 KK (67 jiwa) di RT 10.
Saat ini, sebagian besar warga memilih mengungsi ke area jalan yang lebih tinggi sembari menunggu pendirian tenda darurat dari BPBD.
Meski situasi mulai kondusif, tim mencatat beberapa kendala krusial, di antaranya titik jalan rusak yang menghambat mobilitas warga.
Saat banjir melanda, akses jalan seringkali tidak dapat dilalui sehingga warga berisiko terisolasi. Selain itu, wilayah tersebut belum mendapatkan aliran listrik 24 jam dan masih bergantung pada panel tenaga surya (solar cell) untuk kebutuhan energi.
Pewarta: ArumantoEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026