Samarinda (ANTARA) - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur menyatakan sejumlah produk unggulan hasil kelola kelompok tani hutan di wilayah tersebut telah berhasil menembus pasar ekspor mancanegara.
"Produk unggulan hasil hutan bukan kayu di Kaltim yang sudah ekspor adalah lidi nipah, selain itu ada juga madu kelulut yang menjadi komoditas andalan," kata Kepala Bidang Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Dishut Kaltim M Gozali Rahman di Samarinda, Senin.
Gozali memaparkan bahwa selain dua komoditas tersebut, terdapat pengembangan kerajinan tangan, padi di daerah Anggana Abab, serta kopi jenis Liberika di Teluk Pandan dan Robusta di Paser Penajam.
Pihaknya mencatat saat ini tengah membina secara intensif sekitar 328 Kelompok Tani Hutan (KTH) yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.
Ratusan kelompok tani tersebut mengelola berbagai komoditas usaha mulai dari silvopastura, ekowisata, jasa lingkungan, peternakan, hingga hasil hutan bukan kayu.
Program perhutanan sosial yang menjadi payung kegiatan pemberdayaan ini sebenarnya sudah digulirkan pemerintah sejak tahun 2016.
Meski potensi produk cukup besar, Gozali mengakui masih terdapat kendala di lapangan meliputi akses lokasi yang sulit serta kelembagaan yang memerlukan pendampingan terus-menerus.
"Tantangan lainnya adalah kurangnya jumlah tenaga penyuluh kehutanan untuk mendampingi masyarakat secara menyeluruh di tingkat tapak," ungkapnya.
Total tenaga penyuluh saat ini baru berjumlah 185 orang, terdiri atas 35 PNS, 16 pegawai P3K, 80 penyuluh kehutanan swadaya masyarakat, dan 54 penyuluh swasta.
Untuk mengatasi kendala tersebut, kolaborasi dilakukan melalui skema kemitraan konsesi di mana perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), wajib bermitra dengan KTH di wilayah binaan mereka.
Kementerian sendiri mengakui lima skema perhutanan sosial yakni hutan desa, hutan masyarakat, hutan tanaman rakyat, kemitraan konsesi, dan hutan adat.
Dinas Kehutanan terus berupaya memfasilitasi pengajuan izin perhutanan sosial ke kementerian agar legalitas pengelolaan lahan masyarakat terjamin.
Gozali berharap ke depannya seluruh kelompok tani hutan dapat terus meningkatkan hasil dan mengembangkan inovasi produk mereka dengan dukungan fasilitas pemerintah.
