Samarinda (ANTARA) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kalimantan Timur (TPID Kaltim) terus memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim untuk mencegah laju inflasi, sehingga daya beli masyarakat terjaga dan mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.
"TPID Provinsi Kaltim terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya BI dalam pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif," kata Wakil Ketua I TPID Kaltim Budi Widihartanto di Samarinda, Sabtu.
Budi yang juga menjabat Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kaltim ini mencontohkan, kegiatan pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kaltim bersama TPID se-Kaltim dan instansi lain terkait telah terlaksana sebanyak 129 kali sepanjang September 2025 dan terbukti berhasil menekan laju inflasi.
"Pada September lalu telah dilakukan 129 kali gelar pasar murah dan penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) hasil kerja sama dengan Bulog. Hasilnya laju inflasi Kaltim pada September tertahan di angka 0,04 persen," ujar Budi.
Selain itu, komunikasi efektif dan koordinasi antar-TPID se-Kaltim juga terus dilakukan melalui rapat teknis maupun pertemuan level tinggi untuk mengambil langkah konkret upaya pengendalian inflasi.
Berkat berbagai langkah tersebut laju inflasi Kaltim pada September lebih baik dibandingkan nasional, ditunjukkan dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim catat inflasi sebesar 0,04 persen secara bulanan (mtm), dengan inflasi tahunan dan tahun kalender masing-masing sebesar 1,77 persen (yoy) dan 1,54 persen (ytd).
Capaian tersebut berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5 ± 1 persen dan lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi nasional yang sebesar 0,21 persen (mtm) atau 2,65 persen (yoy).
Budi juga menjelaskan, pada 25 September 2025 telah dilakukan Koordinasi Wilayah TPID se-Kalimantan di Banjarbaru, Kalsel, untuk memperkuat ekosistem pangan, dengan mengusung tema "Inovasi Produksi dan Penguatan Kapasitas Petani untuk Mendukung Akselerasi Program Swasembada Pangan".
Selain itu, lanjut Budi, TPID Kaltim secara masif juga menggelar pasar murah untuk komoditas pangan tertentu lain yang ditengarai harganya bergejolak seperti cabai rawit, cabai merah, dan sayuran, sehingga harga komoditas tersebut bisa tertahan kenaikannya.
"Hasilnya, kondisi harga pangan di Kaltim relatif stabil dan terkendali di tengah dinamika perekonomian," katanya.
